RADAR BOGOR - Berbagai masalah sudah ditangani Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Sehingga, Dedi Mulyadi meminta pola pikir masyarakat harus berubah.
Ya, saat menghadiri acara di Desa Pasuruan, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon Dedi Mulyadi menceritakan salah satu pengalamannya.
Dedi Mulyadi mengaku, sempat didatangi seorang ibu yang menangis.
"Kenapa lagi ibu? Anak saya nabrak orang. Orangnya pakai motor. Yang pakai motornya anak kecil," ungkap Dedi Mulyadi menirukan ibu tersebut.
"Sekarang bagaimana? Anak saya enggak punya duit untuk bayar rumah sakit," kata Dedi Mulyadi.
"Ceuk aing teh anak sia nu make motor, Anu mayar aing. Itulah rakyat," sambung Dedi Mulyadi.
Dengan tegas, Dedi Mulyadi meminta masyarakat agar tidak mengizinkan anaknya yang masih di bawah umur mengendarai motor.
"Bocah-bocah cilik. Ibumu susah, bapakmu susah, cari duit susah, udah jangan dulu motor-motoran," tutur Dedi Mulyadi.
"Sudah, jangan dulu motor-motoran Anda mengikuti peradaban mana?," tanya Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi Mulyadi, hanya di Indonesia bocah motor-motoran, main HP, konsumsi minuman terlarang dan berbagai aktivitas berbahaya lainnya.
"Mau maju, tidak mau ubah perilaku buruk," kata Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi menegaskan, bocah tinggal di rumah saja bantu ibu ke sawah, ladang, kebun.
Selain itu, pelihara domba, sapi hingga ayam.
"Tumbuhlah jadi entertainment baru, pelihara laut jadilah nelayan yang hebat, petani yang kuat, pengusaha yang kokoh, politisi yang andal," papar Dedi Mulyadi.
"Engkau adalah harapan bangsa. Jangan kayak sekarang, enggak akan maju," pungkas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim