RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia Meutya Hafid berkunjung ke SMAN 2 Purwakarta.
Kunjungan ini dalam rangka mensosialisasikan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
PP Tunas merupakan peraturan yang dibuat oleh pemerintah pusat untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan juga kesehatan anak-anak saat mengakses media sosial.
Dalam kunjungannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertanya kepada salah satu siswa SMA Negeri 2 Purwakarta terkait kebijakan larangan wisuda dan perpisahan.
Siswa tersebut langsung menjawab bahwa ia merasa terbantu karena berasal dari keluarga yang sederhana.
“Kalau saya sih terbantu, karena wisuda kan berbiaya ya, karena orang tua saya bukan terlalu yang ada banget gitu,” kata siswa tersebut dalam video yang diunggah di YouTube Lembur Pakuan Channel.
Mendengar jawaban siswa tersebut, Dedi Mulyadi langsung bertanya kepada Kepala SMAN 2 Purwakarta berapa biaya wisuda dan perpisahan.
Pada kesempatan tersebut Dedi juga memperkenalkan Menteri Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid yang berdiri di sampingnya kepada siswa tersebut.
Setelah itu, Dedi Mulyadi, menanyakan kebutuhan anak tersebut yang belum terpenuhi.
Dedi bertanya soal buku, siswa tersebut menjawab,”Alhamdulillah, buku ada.”
Kemudian soal sepatu, Dedi langsung menunduk untuk melihat kondisi sepatu sang anak.
Setelah melihat sepatu, Gubernur Jawa Barat mengeluarkan dompet dan memberikan anak tersebut sejumlah uang. Siswa tersebut tampak terkejut saat menerima uang tersebut serta mencium tangan sang gubernur.
Melihat ekspresi siswa tersebut Dedi Mulyadi bertanya kenapa ia sampai bersedih. Siswa itu pun menjawab bukan sedih, melainkan terkejut karena sebelumnya tidak pernah memegang uang sebanyak itu dan paling tinggi hanya Rp50 ribu.
Mendengar itu, Dedi kembali membuka dompet dan mengambil sejumlah uang untuk diberikan lagi kepada siswa tersebut. Gubernur kemudian bertanya uang itu akan digunakan untuk apa.
Siswa itu pun meneteskan air mata dan mengaku ingin membeli laptop. Mendengar pengakuan siswa itu, Dedi lantas kembali mengambil uang agar bisa digunakan untuk membeli laptop. Momen haru pun terjadi tak kala siswa yang meneteskan air mata itu dipeluk oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.***
Editor : Eka Rahmawati