Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Saputra Syarif Jelaskan Psikologi Anak di Balik Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Kirim Siswa ke Barak Militer

Ahmad Susandi • Jumat, 16 Mei 2025 | 06:35 WIB
Program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengirim siswa menjalani pendidikan ke barak militer mendapat tanggapan Psikolog Saputra Syarif.
Program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengirim siswa menjalani pendidikan ke barak militer mendapat tanggapan Psikolog Saputra Syarif.
RADAR BOGOR –  Program mengirim siswa menjalani pendidikan di barak militer yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapat tanggapan Saputra Syarif.
 
Psikolog sosial Saputra Syarif melalui unggahannya di Instagram @psikologi_sosial menyoroti pentingnya lingkungan terstruktur bagi remaja bermasalah.  
 
Ia menilai keputusan Dedi Mulyadi mengirim puluhan siswa yang ke barak militer bukanlah bentuk represif, melainkan upaya pembinaan perilaku secara psikologis.
 
“Kadang yang dibutuhkan oleh anak muda bukan hukuman, tapi struktur. Dedi Mulyadi mengirim puluhan siswa nakal ke barak militer bukan untuk dihukum, tapi dibimbing. Di sana mereka belajar disiplin, tanggung jawab, dan rutinitas—hal-hal yang tidak mereka dapatkan di rumah atau sekolah,” ujar Saputra Syarif.
 
Baca Juga: Menteri Komdigi Meutya Hafid Didampingi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Sampaikan Pesan untuk Pelajar di Jabar
 
Dalam pandangan psikologi sosial, khususnya melalui pendekatan behavioristik, perilaku manusia dipahami sebagai hasil dari pengaruh lingkungan yang memberikan konsekuensi tertentu. 
 
Dengan kata lain, sistem yang konsisten, aturan yang jelas, serta penguatan terhadap perilaku positif bisa menciptakan perubahan signifikan dalam perilaku remaja.
 
Saputra Syarif juga menjelaskan, barak militer tidak semata menjadi simbol represi, melainkan bisa menjadi tempat eksperimental ruang aman bagi anak-anak yang kehilangan arah. 
 
Baca Juga: Momen Haru Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Menangis Ceritakan Asal Usul Ibu Kandung Maula Akbar yang Meninggal sejak Sang Putra Berusia 3 Bulan
 
Di sana, mereka belajar menyusun tempat tidur, bangun pagi, dan menghormati instruksi kegiatan sederhana tetapi membentuk karakter secara bertahap.
 
“Ini bukan tentang militerisasi pendidikan, ini usaha untuk hadir ketika keluarga dan sekolah mungkin sudah menyerah. Barak bisa menjadi rumah, tempat anak belajar mengenal dirinya, bukan lewat kata-kata, tapi lewat keteraturan,” kata Saputra.
 
Gubernur Jawa Barat mengunggah ulang apa yang disampaikan Saputra Syarif melalui unggahan di TikTok @dedimulyadiofficial.
 
“Bagi yang masih belum paham tentang bagaimana kondisi psikologis anak-anak yang biasa terlibat tawuran, minum obat, main game online dan berbagai peristiwa lainnya yang bertentangan dengan prinsip-prinsip perjalanan hidup seorang anak, nih ada pernyataan argumentatif dan logis dari anak muda Indonesia yang harus disimak oleh kita semua,” ujar Dedi Mulyadi.
 
 

 

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #barak militer #Saputra Syarif #gubernur jawa barat