RADAR BOGOR - Dengan tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melarang sekolah mengadakan studi banding.
"Setuju studi banding dihilangkan?," tanya Dedi Mulyadi kepada warga saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Cirebon.
Dengan kompak, kepada Dedi Mulyadi masyarakat yang hadir menjawab setuju.
"Memberatkan enggak? piknik berat enggak? wisuda memberatkan enggak? sekarang dibebasin agak turun enggak?," ungkap Dedi Mulyadi.
Serempak, masyarakat menjawab pengeluaran mengalami penurunan.
Menurut Dedi Mulyadi, jajan siswanya harus dikurangi dan diganti gerakan menabung.
"Anak-anak tumbuh dengan baik. Kembali ke peternakan, perikanan, kelautan, pertanian, industri kreatif agar tumbuh bisa mengalahkan anak-anak Tiongkok yang dididik hebat oleh orang tuanya," tutur Dedi Mulyadi.
Ya, pelarangan studi banding diakui meringankan beban orang tua sebab tidak perlu lagi mengeluarkan dana besar untuk biaya transportasi, konsumsi, akomodasi dan lain-lain.
Menurut Dedi Mulyadi, sekolah dapat mengembangkan metode pembelajaran berbasis potensi lokal.
Selain itu, studi banding dengan perjalanan yang jauh mempunyai risiko keamanan maupun kesehatan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim