RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi dan Menteri Komdigi Meutya Hafid mengunjungi siswa SMP yang menjalani pendidikan di barak militer.
Dalam kunjungannya ke Resimen Artileri Medan (Menarmed) 1/Sthira Yudha Kostrad di Purwakarta, Gubernur Jawa Barat dan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) berbincang dengan sejumlah siswa. Salah satunya dengan seorang siswa yang semula keranjingan main game online akhirnya bisa terlepas dari kebiasaan itu.
Dedi Mulyadi menceritakan saat awal dikirim ke (Menarmed) 1/Sthira Yudha Kostrad, siswa itu sampai menangis karena tidak bisa main HP dan game sesuai kebiasaannya. Dampaknya, siswa itu jarang masuk sekolah alias sering bolos karena keranjingan main game dari malam hingga pagi hari hingga ia akhirnya dikirim atas persetujuan orang tuanya untuk menjalani pendidikan di barak militer.
"Biasanya main apa?" tanya Menteri Komdigi Meutya Hafid kepada siswa tersebut dalam video yang diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
"Main game," jawab siswa yang bercita-cita menjadi pesepakbola itu.
Setelah lebih dari sepekan menjalani pendidikan di barak militer, siswa salah satu SMP di Kabupaten Purwakarta itu mulai mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.
Siswa SMP berusia 14 tahun tersebut mengaku sudah tidak lagi kecanduan atau keranjingan dan ingin berubah menjadi lebih baik.
Sebelumnya program mengirim siswa ke barak militer yang digaungkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dipelopori di Kabupaten Purwakarta.
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengawali kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan mengirim puluhan pelajar SMP yang terlibat aksi kenakalan remaja ke barak militer TNI AD di Resimen Artileri Medan 1/Sthira Yudha Kostrad.
Editor : Eka Rahmawati