RADAR BOGOR – Sebuah video viral yang memperlihatkan momen sekelompok siswa SMAN 1 Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, berjalan kaki menuju sekolah sejak pukul 5 pagi mencuri perhatian publik.
Hal ini muncul usai kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang melarang pelajar membawa sepeda motor ke sekolah diberlakukan.
Aksi para siswa ini tak hanya menyentuh, tetapi juga menuai pujian luas di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat para pelajar berjalan menyusuri jalanan desa dan hamparan persawahan sambil bercanda dan bernyanyi.
Meski masih gelap dan udara pagi terasa dingin, mereka tampak penuh semangat menempuh perjalanan menuju sekolah.
Suasana ceria itu menjadi potret kegigihan dan semangat belajar di tengah keterbatasan sarana transportasi.
Aturan pelarangan pelajar membawa sepeda motor ke sekolah dibuat demi menekan angka kecelakaan lalu lintas yang kerap melibatkan pelajar dan untuk menumbuhkan kedisiplinan serta semangat hidup sehat.
Meski tidak sedikit yang mengkritik aturan ini karena dianggap menyulitkan siswa yang tinggal jauh dari sekolah, banyak pula yang mendukung.
Video siswa SMAN 1 Singaparna menjadi bukti bahwa semangat belajar tak pernah padam, bahkan ketika harus berjalan kaki jauh sejak subuh.
Unggahan video itu langsung dibanjiri komentar positif dari warganet. Salah satunya dari akun @sahra yang menulis, “Sehat-sehat penerus bangsa.”
Komentar tersebut mencerminkan rasa bangga publik terhadap anak-anak muda yang tetap teguh menempuh pendidikan meskipun menghadapi tantangan baru.
Selain itu, sejumlah sekolah juga mulai berupaya menyediakan solusi, seperti program antar-jemput kolektif dan penyesuaian jam masuk, guna mendukung kebijakan pemerintah sambil memastikan kenyamanan siswa.
Momen viral ini menjadi pengingat bahwa semangat dan kebersamaan para pelajar dapat menjadi teladan di tengah perubahan kebijakan.
Dari jalanan desa yang masih diselimuti embun pagi, lahir semangat baru generasi muda Jawa Barat yang tak hanya patuh, tetapi juga tangguh.***
Editor : Eli Kustiyawati