RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk bersama-sama mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh anak-anak di Jawa Barat.
Sebelumnya KPAI menyampaikan kritik terhadap langkah Gubernur Jawa Barat mengirim siswa nakal ke barak militer atau program pendidikan karakter Pancawaluya Jawa Barat Istimewa.
Menanggapi hal itu Dedi Mulyadi mengucapkan terima kasih kepada KPAI atas kritik yang disampaikan dan meyakini lembaga tersebut lebih memiliki kapasitas di bidangnya.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada KPAI yang terus memberikan kritik terhadap tindakan-tindakan yang kami lakukan karena saya meyakini KPAI lebih mumpuni dari sisi kapasitas, kualitas, dan kapabilitas organisasi serta diri yang ada di dalamnya karena memang tugasnya melindungi anak-anak di Indonesia," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan yang disampaikannya melalui Instagram @dedimulyadi71, Sabtu (17/5/2025).
Kepala daerah berusia 54 tahun itu mengungkapkan langkah yang dilakukannya didasari oleh rasa kemanusiaan dan tanggung jawab karena begitu kompleksnya masalah anak-anak maupun remaja di Provinsi Jawa Barat.
"Orang tua tak memiliki kesanggupan lagi untuk menangani sehingga ketika ada kebuntuan, maka saya dan seluruh bupati wali kota itu harus memberikan jalan meskipun jalan itu darurat," kata Gubernur Jawa Barat.
Dedi menganalogikan misalnya saat terjadi bencana dan ada yang membutuhkan pertolongan medis maka bisa jadi yang menanganinya bukan dokter spesialis melainkan seorang perawat karena kondisinya darurat.
"Maka perawat itu harus melakukan tindakan walaupun dia tidak memiliki spesifikasi di bidang itu karena minimal tindakannya memberikan rasa lega dan mengobati psikologi orang yang mengalami masalah atau rasa sakit atau musibah, tapi kalau membiarkannya kita berdosa tidak melakukan sesuatu ketika ada peristiwa yang mestinya kita berbuat," jelasnya.
Untuk itu Gubernur Jawa Barat meminta kepada KPAI untuk turut serta menangani berbagai persoalan anak di Jawa Barat yang saat ini tidak tertangani oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah kota maupun pemerintah kabupaten di Tanah Pasundan.
"Masih banyak anak-anak yang hari ini tidak tertangani oleh Pemprov Jabar dan bupati, wali kota se-Jawa Barat, mohon KPAI agar tangani mereka agar tugas-tugas saya menjadi ringan," kata Dedi Mulyadi.
Terlebih menurut Dedi Mulyadi ada masalah lain selain kenakalan remaja yang saat ini dihadapi oleh anak-anak di Jawa Barat yakni terkait dengan pelecehan yang dilakukan oleh orang-orang terdekat mereka seperti ayahnya, ayah tirinya, pamannya bahkan sang kakek.
"Saya mohon segera KPAI turun ke daerah-daerah, gerakkan KPAI daerah-daerahnya untuk memberikan perlindungan, lakukan langkah-langkah untuk melindungi anak-anak kita, mari bergandengan bekerja sama untuk melindungi anak Indonesia," sambung Dedi Mulyadi.
Editor : Eka Rahmawati