Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sambangi Barak Militer Bareng Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Menteri Komdigi Soroti Siswa yang Keranjingan Game Online hingga Akhirnya Berubah

Ahmad Susandi • Sabtu, 17 Mei 2025 | 15:00 WIB

 

 

Menteri Komdigi Meutya Hafid saat berbincang dengan siswa yang keranjingan game online dan bisa berubah usai menjalani program pendidikan di Barak Militer gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. 
Menteri Komdigi Meutya Hafid saat berbincang dengan siswa yang keranjingan game online dan bisa berubah usai menjalani program pendidikan di Barak Militer gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. 

RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Menteri Komdigi Meutya Hafid mengunjungi barak militer untuk menyampaikan beberapa hal penting terkait masalah siswa salah satunya yang keranjingan atau kecanduan game online.

Di balik pagar tinggi terlihat suasana disiplin barak pelatihan bela negara, raut wajah ceria dan penuh harapan terpancar dari puluhan remaja laki-laki berusia 14 hingga 15 tahun.

Mereka bukan tentara, belum juga siswa akademi militer, tetapi di antara mereka keranjingan game online dan media sosial yang kini tengah menjalani proses pembentukan karakter dan disiplin diri.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid, mengungkap sisi lain dari generasi muda yang terjerumus dalam dunia digital tanpa kontrol.

Salah satu kisah mencolok datang dari salah seorang remaja yang mengaku pernah menghabiskan waktu hingga 10 jam sehari untuk bermain game online.

“Dari bangun sampai tidur main terus,” katanya lirih saat ditanya Meutya Hafid.

“Sekarang sudah bisa lepas, bisa tanpa HP, tanpa game,” ujarnya dengan mantap disambut tepuk tangan teman-temannya.

Ia bukan satu-satunya, banyak dari mereka yang sebelumnya mengalami kecanduan akut terhadap gawai, bahkan hingga bolos sekolah dan mengalami gangguan konsentrasi.

Para orang tua mereka, merasa kewalahan, akhirnya menitipkan anak-anak tersebut ke barak pelatihan ini atas dasar sukarela. Dialog antara Dedi Mulyadi dan para peserta pelatihan berlangsung akrab.

Dalam kesempatan itu Dedi Mulyadi bertanya: “Siapa yang dulu nangis karena enggak bisa main game?”

“Enggak ada!” serentak mereka menjawab.

“Sekarang sudah bebas game?” tanya Dedi.

“Siap! Bisa!” kata mereka kompak.

Gubernur Jawa Barat kemudian menekankan bahwa inisiatif ini bukan hukuman, melainkan bagian dari pendidikan karakter.

“Mereka dikirim ke sini karena orang tuanya enggak sanggup lagi mengarahkan. Ini bukan tempat hukuman, tapi tempat pendidikan berkarakter," katanya.

Menteri Komdigi Meutya Hafid yang turut hadir menyoroti pentingnya kontrol terhadap akses digital di usia dini. Menurutnya, pelibatan pemerintah pusat dan daerah sangat penting dalam merespons fenomena adiksi digital, termasuk game online.

“Kalau game-nya punya potensi adiksi tinggi, seharusnya tidak bisa diakses oleh anak-anak di bawah 16 tahun,” ujar Meutya.

“Kami juga mendorong kerja sama dengan platform digital agar ada sistem penyaringan berdasarkan usia. Jangan sampai yang juara turnamen game hanya segelintir, tapi yang jadi korban ada ratusan ribu,” kata Meutya.

Meski sempat menuai kritik Dedi Mulyadi menegaskan bahwa semua siswa yang ikut dalam pelatihan ini berdasarkan persetujuan orang tua.

“Yang melapor bukan orang tua anak-anak ini, saya hanya menjalankan amanah dari mereka yang sudah menyerah mendidik di rumah,” ujarnya.

Ke depan, para peserta pelatihan ini akan dipindahkan ke Mess Pemda untuk pelatihan akademik dan pengembangan minat bakat, seperti olahraga sepak bola dan bulu tangkis.

“Fisik mereka kuat, mental dibentuk, semangat mulai tumbuh. Ada yang ingin jadi tentara, polisi, sampai gubernur,” kata Dedi sambil tersenyum.

Menteri Meutya Hafid menambahkan bahwa bila program ini terbukti berhasil, pemerintah pusat tidak menutup kemungkinan untuk mengadopsinya sebagai model nasional.

 

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #meutya hafid #menteri komdigi