Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Arti Jalan yang Dibangun Gubernur Jawa Barat Jika Digunakan Anak di Bawah Umur, Dedi Mulyadi: Setiap Hari Ibu-ibu Menangis karena Anaknya

Siti Dewi Yanti • Minggu, 18 Mei 2025 | 07:35 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan makna pembangunan jalan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan makna pembangunan jalan

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri acara penandatanganan nota kesepakatan dan komitmen bersama Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya.

Kesepakatan ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan di daerah sekitar Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi sempat menyinggung tugasnya sebagai Gubernur Jawa Barat.

"Saya jadi gubernur, kalau hanya ditugasin bangun jalan, bangun jembatan, bangun irigasi, sudahlah terlalu mudah bagi saya," ungkapnya.

Dedi Mulyadi pun menuturkan alasan di hadapan kepala daerah dan Kapolres se-Jawa Barat.

"Kenapa? Gampang, tinggal ngumpulin uang, diefisiensikan, dibelanjakan, percepat lelangnya, awasi dengan baik, maka infrastruktur akan terbangun," pungkasnya.

Namun, Dedi Mulyadi menjabarkan arti jalan yang dibangun apabila dimanfaatkan anak-anak di bawah umur.

"Tapi apa artinya jalan yang dibangun oleh pemprov, pemkot, pemkab, setiap hari dipakai oleh anak-anak muda di bawah umur, balapan, tabrakan, berkelahi setiap hari nyawa-nyawa muda tumbang di piggir jalan," sebutnya.

Setiap hari, Dedi Mulyadi memaparkan, ibu-ibu menangis karena anaknya mendapat kekerasan.

"Tidak bisa bayar di rumah sakit, ada yang Rp31 juta, ada yang Rp35 juta, ada yang Rp97 juta, ada yang Rp150 juta harus kami tebus, karena BPJSnya tidak bisa mengcover," jelasnya.

Dedi Mulyadi juha menjabarkan, arti pembangunan jalan di areal pertanian, perkebunan, dan hutan.

"Kalau besok seharusnya jalan itu diangkut untuk mengangkut hasil produktifitas bapaknya, ngangkut nangka ke kota, ngangkut beras ke kota," ucapnya.

Maka, Dedi Mulyadi menuturkan, ekonomi tumbuh dan keluarga bahagia.

"Anak-anaknya sekolah sampai perguruan tinggi," lanjutnya.

Menurut Dedi Mulyadi, hal tersebut tidak akan berwujud jika yang terjadi adalah hal sebaliknya.

"Semenjak jalan bagus, maka tanah naik, semenjak tanah naik, maka mobil di situ banyak, motor banyak," ujarnya.

Tetapi, Dedi Mulyadi berujar, kepemilikan hak atas tanah di desa mengalami penurunan.

"Orang-orang desa jadi kuli bukan lagi pemilik tanah, dan kemiskinan terjadi," tandasnya.

 

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #pembangunan jalan #gubernur jawa barat