RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menyapa warga kali ini di Kabupaten Indramayu. Dalam acara bertajuk Nganjang Ka Warga itu, sepasang suami istri menyedot perhatian sang kepala daerah.
Pertemuan warga Indramayu dengan Gubernur Jawa Barat berlangsung di Lapangan Putra Mina, Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Rabu (14/5/2025) lalu. Pada momen itu, gubernur Jabar menyampaikan pesan kepada warga yang kini dipimpin oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim.
Saat berpidato di hadapan ribuan warga, suasana seketika berubah saat seorang pria membawa spanduk berwarna hijau dan bertuliskan: "Pak Dedi Tolong Bantu Anak Saya Harus Operasi Pak Hatur Nuhun."
Pria itu tidak datang sendiri, ia bersama sang istri dan anak yang kondisinya membutuhkan pertolongan.
Dedi Mulyadi lantas memanggil bapak tersebut dan juga istri serta anaknya ke atas panggung tempatnya berpidato. Perbincangan singkat pun terjadi antara sang kepala daerah dengan warga Indramayu yang meminta bantuan.
"Ini yang sakitnya siapa? Kenapa?" tanya Dedi Mulyadi kepada suami istri tersebut.
"Pengen dioperasi," jawab sang bapak.
Tanpa bertanya lebih rinci, Dedi Mulyadi langsung mengambil keputusan dan mengarahkan pihak terkait agar membawa anak tersebut ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
"Saya hari ini lagi operasi bayi kembar siam asal Tasik, ya udah nanti Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan bawa ke Hasan Sadikin ya," ucap Dedi.
"Besok langsung dibawa ke Bandung nanti di Bandungnya kita urusin," sambung kepala daerah berusia 54 tahun tersebut.
Sang bapak pun terharu mendapat penanganan cepat dan mengucapkan terima kasih sambil mencium tangan gubernur Jawa Barat. Tak lama kemudian, pasangan suami istri dan anaknya itu turun ke panggung untuk mendapat penanganan lebih lanjut dari pemerintah terkait.
Dedi kemudian menyampaikan bahwa pertemuan dengan masyarakat secara langsung memiliki manfaat. Salah satunya bisa membantu warga yang membutuhkan pertolongan.
"Ada manfaatnya pertemuan ini," ucap Dedi Mulyadi.
Editor : Eka Rahmawati