Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Singgung Kepala Desa, Gubernur Jawa Barat Sebut Tidak Ada Bedanya dengan Pegawai, Dedi Mulyadi: Hidupnya di Otaknya Cuma Satu

Siti Dewi Yanti • Selasa, 20 Mei 2025 | 11:21 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebut kepala desa tidak ada bedanya dengan pegawai biasa
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebut kepala desa tidak ada bedanya dengan pegawai biasa

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat memberikan sambutan di acara Pelantikan DPD Apdesi Jawa Barat 2025.

Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi menyinggung tentang kelemahan pemimpin di desa.

"Apa sih kelemahan pemimpin kepala desa hari ini, saya jujur katakan, kepala desa hari ini menjelma menjadi ahli adminitratif," ungkapnya.

Dedi Mulyadi mengatakan, kepala desa saat ini menjelma menjadi pekerja administratif.

"Saya sudah tidak bisa membedakan, mana kepala desa, mana pegawai," sebutnya.

Kepada seluruh pengurus dan anggota Apdesi se-Jabar, Gubernur Jawa Barat menyebutkan alasan pernyataanya.

"Kenapa mana kepala desa, mana pegawai? hidupnya di otaknya cuma satu, iyeu dana desa, asup administrasikeun kumaha carana nyokot tapi teu kapanggih," pungkasnya.

Dedi Mulyadi mengatakan banyak yang teriak untuk tidak diperiksa.

"Mangkanya teriak-teriak, tolong kami jangan diperiksa Pak. Nya Ari Sia Nyokot na Geude Teuing, Nya Pasti Diperiksa," jelasnya.

Dedi Mulyadi menilai, hal ini harus dibenahi.

"Kehilangan kedua kepala desa ini adalah kehilangan watak culture, watak budaya, watak pemimpin lingkungan, kehilangan hubungan dengan masa lalunya kepala desa," tuturnya.

Tidak hanya itu, menurut Dedi Mulyadi, kepala desa juga kehilangan hubungan dengan leuweung larangannya dan kehilangan hubungan dengan mata airnya.

"Karena hubungannya sudah tidak ada, lahirlah kepala desa yang gelisah," lanjutnya.

Dedi Mulyadi menilai, kegelisahan tersebut karena lingkungan tidak bisa menerima.

"Gelisah apa? duit cukup, mobil banyak, tapi gelisah terus kenapa? Karena lingkungannya tidak bisa menerima, maka hidupnya tidak ada ketenangan dan kedamaian," tandasnya.

Oleh karenanya, Dedi Mulyadi menghimbau, Apdesi harus mengajarkan kepala desa untuk peduli terhadap lingkungan, kembali pada alam.

"Pembangunan industri boleh berkembang, seiring dengan perubahannya, tetapi tata ekologi, hubungan emosional dengan masa lalu, mata air harus dipertahankan," ujarnya.

Sanitasi lingkungan, Dedi Mulyadi melanjutkan harus dipertahankan karena prinsip dasar pembangunan.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #apdesi #kepala desa