RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menangis saat memeluk para siswa yang baru saja dipulangkan setelah mengikuti pendidikan militer di barak militer.
Tangis haru tersebut terjadi setelah upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di halaman depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/5/2025).
Sebanyak 273 anak resmi dipulangkan kepada orang tuanya setelah mengikuti pelatihan militer selama dua pekan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Para siswa telah menyelesaikan rangkaian kegiatan militer, mulai dari upacara di Lapangan Gasibu, parade defile, hingga akhirnya bertemu kembali dengan orang tua mereka.
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Ingin Gaji Kepala Desa di Atas UMK, Segini Besarannya
“Ya gimana ini kan urusannya rasa ya urusan hati, urusan cinta. Siapa sih yang tidak terharu, orang tua bertemu anaknya saat anaknya sudah berubah,” ujar Dedi Mulyadi dilansir dari YouTube Humas Jabar.
Menurut Dedi Mulyadi, momen pertemuan antara anak dan orang tua menjadi bukti keberhasilan program militer dalam menyentuh sisi emosional dan kemanusiaan.
“Ini adalah rasa, karena itu itu saya sampaikan apa yang saya lakukan, dasarnya hati. Kalau yang saya lakukan dasarnya hati, maka diterimanya oleh rasa dan melahirkan cinta,” kata Dedi.
Baca Juga: Pemilihan Kepala Desa di Jabar, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bakal Terapkan Sistem E-Voting
Kepala daerah berusia 54 tahun tersebut menyatakan, pendidikan karakter ini dilandasi rasa cinta dan kepedulian terhadap masa depan generasi muda.
Dedi menegaskan, ini bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi usaha nyata untuk menunjukkan kehadiran negara dalam menyelesaikan persoalan remaja.
“Ini urusan rasa, bukan urusan-urusan administrasi kenegaraan,” ucap Dedi.
Banyak orang tua yang yang merespons positif dengan mengucapkan terima kasih karena merasa anak-anaknya mengalami perubahan sikap yang lebih baik.
“Jadi, ini salah satu bukti bahwa semua orang, bukan semua orang ya, banyak orang meragukan apa yang dilakukan Pemprov Jabar, tetapi akhirnya waktu yang menjawab,” ucap Dedi Mulyadi.***
Editor : Eka Rahmawati