Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Punya Duit dari Hasil Ngonten hingga Dibagikan ke Rakyat, Dedi Mulyadi Sebut Lebih Baik daripada Jadi Gubernur Molor

Eka Rahmawati • Rabu, 21 Mei 2025 | 08:42 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat pidato pada Upacara Hari Kebangkitan Nasional di Kota Bandung, Senin (20/5/2025).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat pidato pada Upacara Hari Kebangkitan Nasional di Kota Bandung, Senin (20/5/2025).

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merupakan kepala daerah yang kerap membagikan duit atau bantuan kepada masyarakat khususnya mereka yang membutuhkan.

Momen itu sering diunggahnya di media sosial maupun kanal miliknya hingga Dedi Mulyadi kerap mendapat pertanyaan tentang sumber uang atau dana untuk bagi-bagi tersebut.

Saat pidato pada Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2025 di Lapangan Gasibu atau di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (20/5/2025) Dedi Mulyadi mengungkapkan sumber uang miliknya itu. 

Hal itu terjadi saat Gubernur Jawa Barat memberikan bonus sebesar Rp25 juta kepada petugas upacara yakni para siswa SMA yang menjalani pendidikan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi.

"Nanti ditanya lagi itu duit dari mana? Ladang ngonten. Saya selalu ditanya Pak Dedi duitnya dari mana? Ngonten," ujar Dedi Mulyadi dalam video yang dilansir dari YouTube Humas Jabar.

Tak berhenti sampai di situ, Dedi melanjutkan ia juga kerap dicap sebagai gubernur konten tetapi bukan masalah bagi dirinya sebab bisa bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Jawa Barat (Jabar).

"Habis itu dimasalahin lagi, gubernur konten, lebih baik jadi gubernur konten punya duit diberikan kepada rakyat daripada gubernur molor (tidur), bener gak?" sambung kepala daerah berusia 54 tahun tersebut.

Dedi kembali menekankan bahwa lebih baik menjadi gubernur konten dibanding menjadi gubernur tidur serta hanya menghabiskan anggaran.

"Daripada gubernur tidur, gubernur protokoler, gubernur ingin dihargai, gubernur menghabiskan anggaran jalan-jalan ke luar negeri, teu hayang teuing aing (gak pengen saya)," kata Dedi Mulyadi disambut tepuk tangan dan riuh para tamu yang hadir dalam Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2025 di Kota Bandung.

Sementara itu menilik kanal milik Dedi Mulyadi di YouTube dengan nama Kang Dedi Mulyadi Channel sampai dengan Rabu (21/5/2025) sudah memiliki 7,38 juta subscriber. Tak hanya itu, Dedi juga memiliki akun TikTok @dedimulyadiofficial dengan 7,3 juta pengikut serta akun Instagram @dedimulyadi71 dengan follower mencapai 4,1 juta akun.

Bukan kali ini saja Dedi Mulyadi membagikan aktivitasnya atau konten-konten di jagat maya. Ia sudah lama dikenal sebagai YouTuber dan membagikan video pertamanya pada 2017 atau hampir 8 tahun. 

Begitu juga dengan konten di Instagram dan TikTok, mantan bupati Purwakarta itu memang cukup aktif di media sosial sejak beberapa tahun belakang.

Sejak menjadi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pun tetap melakukan aktivitasnya membagikan konten hingga ia semakin banyak dikenal masyarakat tak hanya Jawa Barat tetapi juga provonsi lainnya di Indonesia.   

Bahkan konten tersebut salah satunya memiliki manfaat bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dapat menekan anggaran publikasi yang selama ini digunakan hingga bisa menghemat Rp47 miliar per tahun.

Beberapa waktu lalu, Dedi menyampaikan bahwa dari konten yang dimilikinya bisa menghemat belanja iklan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dari Rp50 miliar menjadi Rp3 miliar per tahun atau hemat sekitar Rp47 miliar.

Gubernur Jabar menjelaskan Provinsi Jawa Barat per tahun anggaran iklan dan kerja sama media menelan hampir Rp50 miliar sehingga jika per tahun Rp50 miliar dikali 5 tahun bisa mencapai Rp250 miliar dan itu belum anggaran lainnya.

"Secara kebetulan saya memiliki media sendiri ada YouTube, TikTok, Instagram, nah ketiga media ini saya coba untuk merekam apa yang saya lakukan dan saya sajikan di TikTok di IG maupun di YouTube," jelas Dedi Mulyadi dalam unggahannya di Instagram @dedimulyadi71.

 

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #duit #Ngonten #gubernur jawa barat