RADAR BOGOR - Saat ini, publik sedang mengagumi sosok Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi karena aksi dan kebijakannya.
Hal tersebut, menjadi perhatian banyak pihak termasuk Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) yang juga mengamati sang Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
"Dedi Mulyadi adalah sosok yang cukup fenomenal dan sama-sama kita tahulah ini sudah sangat viral di mana-mana," ucap Founder Vinus, Yusfitriadi saat membawakan podcast Vinus Forum.
Yang pertama, kata Yusfitriadi, kebijakan Dedi Mulyadi sangat populis dan langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Diantaranya, kata Yusfitriadi, kebijakan menghentikan studi tour sekolah mulai PAUD, TK sampai SMA.
Kemudian, sambung Yusfitriadi, sangat berani mengusik alih fungsi lahan yang selama ini diketahui dikuasai oleh para pejabat negara.
"Di kawasan Puncak, kabupaten Bogor kalau enggak salah ada 32 yang sudah disegel dan itu harus diberikan treatment," tutur Yusfitriadi.
Menurut Yusfitriadi, sudah ada juga tempat wisata yang dibongkar dan itu baru di kawasan Puncak belum lagi tempat lain.
Selanjutnya, ungkap Yusfitriadi, ada kebijakan terkait dengan pembebasan pajak kendaraan bermotor.
Ada juga kebijakan masyarakat menjadi ibu asuh, bapak asuh yang menarik perhatian publik karena kalau dalam branding Jokowi ya blusukan.
"Nah, saya pikir ini selain juga basically kulturalnya juga karena memang Dedi Mulyadi dibesarkan oleh platform media sosial dengan berbagai macam case-case yang ketemu di jalan," papar Yusfitriadi.
Yusfitriadi menambahkan, Dedi Mulyadi sekarang sudah menjadi Gubernur Jawa Barat yang kemudian juga otomatis selain pendekatan kultural juga struktural. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim