RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjadi perbincangan semua lapisan masyarakat.
Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara (ITB Vinus) Bogor, Zaedi Basiturrozak mengungkapkan, cukup menarik melihat fenomena Dedi Mulyadi karena bisa dibilang from zero to hero.
"Hanya saja, memang saya melihat Kang Dedi Mulyadi bahwa ada proses yang menurut saya tidak organik," ucap Zaedi saat podcast Vinus Forum.
Menurut Zaedi, hal tersebut memang Dedi Mulyadi sudah sadari bahwa kedepan punya ambisi atau punya cita-cita politik seperti apa.
Sehingga, kata Zaedi, Dedi Mulyadi sangat rajin dan teliti dalam mendesain dirinya.
Bahkan, sambung Zaedi, beberapa kasus yang muncul terkait Dedi Mulyadi pasti cepat keluar.
"Nah, ini ada beberapa hal yang kemudian membuat cepat ya, di samping konsistensi Kang Dedi Mulyadi di dalam aspek branding dirinya itu yang cukup luar biasa," jelas Zaedi.
Selain itu, Zaedi juga melihat karakteristik sebagian publik Indonesia yang gampang terenyuh dengan hal-hal yang sifatnya empati dan simpati.
"Ini sangat psikologis betul gitu ya. Tapi, kita melihat bahwa upaya-upaya strategis yang dilakukan oleh Dedi Mulyadi itu menurut saya belum mencerminkan aspek visioner Keindonesiaannya, aspek kebangsaannya belum muncul begitu," papar Zaedi.
"Nah, dalam dalam kasus Kang Dedi Mulyadi ini akan sangat gampang sekali menyentuh masyarakat. Tapi, itu sifatnya sementara," tegas Zaedi.
"Apalagi kita punya beberapa contoh kasuslah. Misalkan dulu pak Jokowi berhasil dengan branding gorong-gorongnya. Nah, kemudian muncul hal baru lagi. Tapi ada study case yang berbeda lagi gitu. Ini di luar variabel psikologis bangsa Indonesia yaitu variabel politik misalkan," papar Zaedi.
"Nah, ini yang menurut saya kang Dedi Mulyadi ke depan harus lebih cermat," papar Zaedi.
Menurut Zaedi, jangan sampai ada kunci-kuncian yang membuat apa yang sudah dibangun selama ini tiba-tiba hancur.
"Ada potensi itu ya. Ini kan kita bila belum ngobrol potensi lebih. Artinya, kita hanya melihat efektivitas komunikasi yang sekarang ini dilakukan luar biasa dan jago," sambung Zaedi.
Hanya saja, tegas Zaedi, apabila kemudian ini dikaitkan dengan perspektif dan prospektif politik ke depan belum tentu kemudian akan menjadi satu hal yang besar untuk membawa Dedi Mulyadi pada puncak karier politik yang luar biasa. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim