RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi prihatin terhadap kondisi anak-anak saat bebas mengakses apa yang belum menjadi hak mereka.
Hadir sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Gasibu, Halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (20/5/2025), Dedi Mulyadi menyampaikan gagasan untuk mengatasi problem sosial anak-anak.
Dalam pidatonya, ia mengungkapkan solusi berkaitan dengan pengurangan kenakalan anak-anak, selain program pendidikan di barak militer.
Gubernur Jawa Barat juga mengusulkan adanya peraturan tentang pelanggaran hak anak, terlebih lagi dalam akses media sosial.
Ia mengungkapkan beberapa bentuk pelanggaran hak anak yang seharusnya sudah diberikan solusi supaya tidak terjadi perilaku negatif.
“Anak membawa motor di bawah umur adalah pelanggaran hak anak. Kapan kita bertindak dan selama ini kita membiarkan anak-anak nonton film tanpa didampingi orang tua itu adalah pelanggaran anak,” ungkapnya dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Bukan hanya itu saja, kegiatan lain seperti merokok, mengkonsumsi minuman terlarang, main game online terlebih hingga larut malam, menurutnya termasuk pelanggaran hak anak.
Kebiasaan tersebut sampai sekarang masih menjadi pembiaran dan Dedi berpesan pada setiap orang yang memegang kekuasaan harus bisa memberi solusi nyata.
“Negeri ini akan hancur manakala semua orang berdiam, maka orang yang memegang kekuasaan harus menggunakannya tangannya untuk merubah seluruh kemunkaran ini jadi kebijakan,” paparnya.
Dengan lantang serta penuh kemantapan, Gubernur Jawa Barat mengungkapkan solusi terbaik, bekerja sama dengan pemerintah.
“Problem anak-anak kita adalah mengkonsumsi tayangan yang bukan haknya di media sosial. Maka saya meminta Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang itu segera dilaksanakan,” tuturnya.
“Anak-anak di bawah umur tidak boleh mengakses media sosial yang bukan haknya,” imbu Dedi Mulyadi.***
Editor : Eka Rahmawati