RADAR BOGOR — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hari ini Kamis (22/5/2025) akan memenuhi undangan Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk menghadiri kegiatan panen mandiri di Kabupaten Bekasi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Gerakan Ketahanan Pangan Nasional yang didorong oleh berbagai elemen, termasuk institusi penegak hukum.
Panen mandiri yang digelar Kejaksaan Agung menunjukkan adanya perluasan peran lembaga negara dalam mendorong kemandirian pangan dan ekonomi kerakyatan.
Kehadiran Dedi Mulyadi sebagai kepala daerah memberikan sinyal kuat bahwa Jawa Barat mendukung penuh visi pemerintah pusat, khususnya agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun fondasi pangan nasional yang kokoh dan berkelanjutan.
“Hari ini saya akan memenuhi undangan Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang menyelenggarakan panen mandiri di Kabupaten Bekasi. Ini bagian dari kepeloporan Gerakan Ketahanan Pangan di Indonesia yang di dalamnya merupakan spirit pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Dedi dalam pernyataannya di akun Instagram @dedimulyadi71.
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Kunjungan ke SMA Taruna Nusantara, Dedi Mulyadi: Disiplin Itu Kunci, Bukan Beban
Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab kementerian teknis atau pemerintah daerah, tetapi juga dapat melibatkan institusi lain dalam kapasitas sosialnya.
Kejaksaan Agung melalui inisiatif panen mandiri memperluas makna penegakan hukum menjadi lebih holistic yaitu melindungi rakyat melalui pemberdayaan ekonomi dan pangan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri dalam beberapa tahun terakhir telah aktif mendukung berbagai program pertanian mandiri, pertanian terpadu, dan urban farming.
Kehadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam acara ini mempertegas arah kebijakan daerah yang senafas dengan strategi nasional.
Kegiatan panen ini menjadi momentum mempererat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan aparat hukum dalam menyentuh langsung kebutuhan dasar Masyarakat yaitu pangan, pekerjaan, dan keberlanjutan hidup.
Editor : Eka Rahmawati