RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menyita perhatian publik usai disebut "Gubernur Lambe Turah" oleh anggota DPR RI.
Julukan tersebut disampaikan dalam sebuah acara bersama masyarakat Majalengka, yang terekam dalam video di akun TikTok resminya @dedimulyadiofficial.
Dalam video berdurasi pendek itu, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa ia tidak ambil pusing dengan berbagai gelar yang disematkan kepadanya.
Sebelumnya, ia juga kerap disebut “Gubernur Konten” karena aktif mengunggah kegiatan dan interaksi sosialnya melalui media sosial.
“Sia teh moal manggih gubernur model kieu heeh. Nges mere rupa-rupa gelar ka aing. Gubernur konten, bener teu? Bae jadi gubernur konten? (Kamu gak akan menemukan gubernur seperti ini sudah memberi berbagai gelar ke saya gubernur konten, benar tidak? Tidak apa-apa jadi gubernur konten?)” ujar Dedi di hadapan warga.
“Bae, Pak (tidak apa-apa Pak),” sahut masyarakat serempak.
Alih-alih tersinggung, Dedi menanggapi semua gelar tersebut dengan humor dan sindiran tajam terhadap praktik pencitraan yang umum dilakukan pejabat publik.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memerlukan jasa influencer, buzzer, atau konsultan komunikasi.
“Harga ngulikeun ka buzzer, ka influencer, mahall! Milyaran, malahan puluhan milyar. Aing mah teu kudu ngulikeun, teu kudu konsultan. Ku sorangan we (Biaya buzzer, influencer mahal, miliaran malahan puluhan miliar saya tidak perlu mempekerjakan tidak perlu pakai konsultan oleh sendiri saja),” ujarnya.
Dedi bahkan mengatakan bahwa anggaran yang biasanya dipakai untuk membayar pihak-pihak tersebut lebih baik dialihkan untuk hal yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
“Lumayan pan, anggaran jengen influencer jengen buzzer jengen konsultan, ku aing dipake ngabangun imah Mak Icih!” (Lumayan kan anggaran untuk influencer dan buzzer dan konsultan oleh saya bisa digunakan untuk membangun rumah Mak Icih)," kata Gubernur Jawa Barat.
Terkait julukan baru dari seorang anggota DPR, Dedi menanggapinya dengan santai.
“Terus peuting ieu dibere gelar naon deui cenah aing teh? Aya nu mere gelar deui anggota DPR tadi, ka aing nyebutkeun Gubernur Lambe Turah!” Terus malam ini diberi gelar apa lagi saya tuh? Ada yang memberi gelar anggota DPR tadi ke saya menyebut Gubernur Lambe Turah)," kata Dedi dengan nada tegas.
Menanggapi hal tersebut Dedi menyampaikan tidak mempermasalahkannya. Bagi Dedi, esensi kepemimpinan bukan pada gelar, melainkan pada realisasi janji kepada rakyat.
Editor : Eka Rahmawati