RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menanggapi terkait kritik yang ditujukan kepadanya terlebih kebijakan-kebijakan yang dianggap kontroversi.
Salah satunya soal sebutan Gubernur Lambe Turah oleh Anggota DPR RI Andi Muawiyah dalam rapat Komisi X DPR. Terkait hal itu, Dedi menyampaikan terima kasih atas julukan gubernur Lambe Turah yang disematkan kepadanya, tetapi ada beberapa hal yang ia koreksi.
Sambil berolah raga di pagi hari, Dedi melalui video yang diunggahnya di Instagram @dedimulyadi71 menyampaikan terima kasih kepada seluruh warganet di seluruh Indonesia yang selalu memberinya dukungan sehingga program-program yang dijalankannya berjalan dengan baik sesuai harapan.
"Kalau ada yang kurang-kurang namanya juga memulai tak akan pernah langsung memiliki kesempurnaan yang diharapkan, saya juga sangat berterima kasih kepada para pihak yang memberikan koreksi, kritik, dan saran dari mulai Komnas HAM, KPAI, termasuk temen-temen di Komisi X," ujar Dedi Mulyadi.
Kepala daerah berusia 54 tahun itu kemudian menyampaikan dirinya pernah duduk di kursi DPR RI dan ketika itu pernah menjadi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dan menyebut kritisnya anggota DPR biasanya pada mitra kerja seperti kementerian yang menjadi mitra kerja.
"Koreksinya biasanya tajam, tetapi saya lihat temen-temen yang di Komisi X Pak Wakil Ketua saya lihat dan beberapa anggota sangat kritis terhadap Gubernur Jawa Barat, ya alhamdulillah saya sudah dianggap sebagai mitra kerja Komisi X dianggap kementerian mungkin saya ini," ungkapnya.
Kepala daerah berusia 54 tahun itu lantas mengucapkan terima kasih kepada anggota DPR RI yang menyebutnya sebagai gubernur Lambe Turah.
"Terima kasih juga kemarin yang telah memberikan gelar lambe turah kepada saya terima kasih bapak ya, bapak baik sekali sama saya memberikan gelar Lambe Turah semoga gelar yang diberikan memberikan manfaat bagi kepentingan orang banyak tetapi pak saya mengkoreksi loh apa yang bapak sampaikan," kata Gubernur Jawa Barat.
Koreksinya kata Dedi pertama soal pernyataan yang bahwa dirinya membuat kebijakan mengembangkan 10 ribu UMKM dengan vasektomi itu tidaklah benar.
"Menurut saya literasinya gak ada pak kemudian pendapat itu tidak pernah ada, pernyataan itu tidak pernah ada," tegasnya.
Akan tetapi, kata Dedi yang sebenarnya adalah pernyataan soal masyarakat di Provinsi Jawa Barat yang anaknya sudah lebih dari tiga disarankan untuk KB baik laki-laki maupun perempuan.
Selain itu mantan bupati Purwakarta itu juga menyarankan kepada warganya yang menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat baik bantuan rumah, listrik, maupun bantuan pendidikan dan telah memiliki anak lebih dari tiga untuk KB, baik laki-laki dan perempuan.
"Diutamakan kalau bisa yang ber-KBnya laki-laki kasihan jangan terus-terusan perempuan yang menanggung beban, nah kalau bicara KB laki-laki banyak pilihannya ada pakai pengaman, ada yang lain-lain," sambung Dedi.
Meski demikian Dedi tetap menyampaikan terima kasih terlebih kini banyak yang menyoroti Provinsi Jawa Barat khususnya kebijakan-kebijakan yang menyebut dilakukannya untuk demi kebaikan warga Jawa Barat.
"Kebijakan-kebijakan Provinsi Jawa Barat banyak menuai perhatian tempat lain artinya sekarang banyak yang cinta sama Jawa Barat," tutup gubernur Jabar.
Editor : Eka Rahmawati