RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kerap mendapat sebutan atau julukan dari berbagai pihak mulai dari gubernur konten hingga terbaru gubernur lambe turah.
Dedi pun tak mempermasalahkan apa pun julukan terhadap dirinya di tengah kiprahnya sebagai orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat. Dengan santai, sang kepala daerah menanggapi beragam sebutan yang disematkan kepada dirinya.
"Sia teh moal manggih gubernur model kieu, heeuh, geus mere gelar rupa-rupa ka aing gubernur konten bener teu?" ucap Dedi Mulyadi dalam video YouTube Lembur Pakuan Channel yang artinya "Kamu tidak akan menemukan gubernur seperti ini, iya, sudah memberi gelar rupa-rupa ke saya, gubenur konten, benar tidak?"
Gubernur Jawa Barat lantas mengatakan tidak masalah baginya meski disebut gubernur konten lantaran dari konten yang ia miliki mulai dari YouTube, TikTok, dan Instagram menghasilkan pundi-pundi rupiah dan bisa membantu orang yang membutuhkan.
"Bae jadi gubernur konten, bae lumayan boga Youtube sorangan, boga IG sorangan, boga TikTok sorangan teu kudu ngulikeun ka batur," sambung Dedi yang artinya "Tidak apa-apa menjadi gubernur konten, lumayan punya Youtube sendiri, IG sendiri, TikTok sendiri tidak perlu membayar ke orang lain."
Bahkan Dedi tidak menggunakan jasa konsultan dan konten-konten tersebut diatasinya sendiri bersama timnya tanpa menggandeng influencer maupun konsultan. Ia bahkan menyebut uang hasil kontennya di antaranya digunakan untuk membangun rumah Mak Icih hingga membangun jalan.
"Geuningan can Kang Dedi jalana? Tungguan sakeudeung deui engke jalana aralus di Jawa Barat tapi nu tiheula alus jalan provinsi, geus jalan provinsi engke jalan kabupaten, geus jalan kabupaten engke jalan desa (Kenapa jalannya belum Kang Dedi tunggu sebentar lagi jalan di Jawa Barat bagus tapi lebih dulu jalan provinsi, setelah jalan provinsi nanti jalan kabupaten, setelah jalan kabupaten jalan desa)," jelas Dedi Mulyadi terkait rencana pembangunan jalan di Jawa Barat.
Selain sebutan gubernur konten, Dedi juga menyinggung soal gelar Gubernur Lambe Turah, lagi-lagi ia tak mempermasalahkannya.
"Aya anu mere gelar deui anggota DPR, ka aing nyebutkeun Gubernur Lambe Turah, keun bae aing mah Gubernur Lambe Turah oge (Ada yang memberi gelar lagi anggota DPR ke saya menyebut gubernur Lambe Turah biarkan saja gubernur Lambe Turah juga)," ungkapnya.
Mau gelar apa pun yang disematkan kepada Dedi Mulyadi, baginya tidak menjadi persoalan sebab yang lebih penting saat ini mewujudkan apa yang dijanjikan kepada masyarakat Jawa Barat.
"Rek dibere gelar gubernur naon wae oge teu penting nu penting mah naon nu dijanjikan ka rakyat diwujudkeun. (Mau diberi gelar gubernur apa saja tidak penting, yang penting apa yang dijanjikan ke rakyat diwujudukan)," tegasnya.
Editor : Eka Rahmawati