RADAR BOGOR – Pasca selesai pelepasan siswa-siswi Sekolah Kebangsaan, ada 13 orang yang menjadi anak asuh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dalam sebuah kesempatan, mereka terlihat duduk rapi masih mengenakan pakaian khas siswa pendidikan militer di sebuah ruangan yang ada di kediaman Dedi Mulyadi.
Mereka ditemani oleh psikolog dan bapak pembimbing dari tentara, berbincang mengenai hobi, keinginan, serta manfaat yang diperoleh setelah pendidikan di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi.
Saat asyik berdiskusi dengan psikolog, datang Dedi Mulyadi sembari menyapa anak asuhnya.
Kepala daerah yang akrab disapa Bapak Aing ini lantas mulai bertanya satu per satu, mulai dari alasan memilih menjadi anak asuhnya, perubahan dalam diri mereka, hingga cita-cita setelah lulus SMA.
Mereka umumnya bersedia ikut Dedi Mulyadi karena yatim piatu.
Namun, ada salah satu anak perempuan yang sengaja ikut karena tidak mau balik ke rumah dan jadi berantakan lagi.
Nama anak tersebut adalah Yurika, berasal dari Bandung. Ia masuk ke barak militer karena jarang sekolah, suka minum, dan mengonsumsi obat-obatan.
“Apa yang buat kamu minum dan makan obat-obatan?” tanya Dedi Mulyadi, dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel pada 24 Mei 2025.
“Masalah dari keluarga,” ungkap Yurika sambil tersenyum tipis.
Lebih lanjut, ia menjelaskan tidak mau kembali ke rumah karena cara didik ibunya yang terlalu keras.
“Kemarin ibunya nggak jemput,” ucap Bapak Aing.
“Ibu sih kehalang sama kerjaan,” kata Yurika.
“Kenapa kamu milih ikut sama saya?” tanya Dedi Mulyadi.
“Dimarahin terus di rumah. Daripada di rumah nanti jadi kacau lagi, lebih baik ikut sama Kang Dedi,” celetuk Yurika.
Ia mengaku bahwa saat mengikuti pendidikan di barak, ibunya sempat meminta maaf karena kurang memberi perhatian dan mendidik terlalu keras.
Mendengar pengakuan Yurika, Dedi Mulyadi mengungkap bahwa dirinya juga tegas dalam mendidik anak.
“Dedi Mulyadi lebih keras,” imbuh Dedi Mulyadi.
“Nggak apa-apa,” sambung anak asuhnya.
Meskipun begitu, Yurika punya tekad kuat untuk berubah menjadi sosok anak baik, rajin sekolah demi mewujudkan cita-cita menjadi polisi atau MUA.
“Ke depannya mau jadi apa?” ucap Dedi Mulyadi.
“Kalau misalnya nggak keterima polisi, paling jadi MUA,” ujar Yurika.
Sebagai seorang bapak asuh, Dedi Mulyadi mendukung cita-citanya.
Bahkan, ia menyebut punya banyak grup yang bisa mewujudkan impian menjadi MUA.
“Cocok. Kita punya grup, itu banyak banget grup saya. Oke, betah ya,” pungkasnya.***
Editor : Eli Kustiyawati