Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tegaskan Banjir di Lembang Tak Ada Kaitannya dengan Hibisc di Puncak Bogor

Ahmad Susandi • Minggu, 25 Mei 2025 | 08:02 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan klarifikasi lewat akun TikTok-nya terkait banjir di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan klarifikasi lewat akun TikTok-nya terkait banjir di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

RADAR BOGOR — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meluruskan kesalahpahaman publik terkait banjir yang melanda kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada malam Sabtu lalu.

Melalui akun TikTok pribadinya, @dedimulyadiofficial, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa banjir yang terjadi tidak berkaitan dengan penertiban kawasan wisata Hibisc di Puncak, Bogor.

"Hibisc itu di Puncak, nama daerahnya Cisarua, kabupatennya Bogor. Terus banjir yang malam Sabtu kemarin di Lembang, nama daerahnya Kabupaten Bandung Barat. Jadi, nggak ada kaitan antara Hibisc sudah dibongkar di Puncak, Bogor, dan masih banjir di Lembang, Kabupaten Bandung Barat," kata Dedi Mulyadi dalam video tersebut.

Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan terhadap anggapan sejumlah pihak di media sosial yang mengaitkan kejadian banjir di Lembang dengan tindakan penertiban Hibisc yang baru-baru ini ramai diberitakan.

Dedi Mulyadi menilai narasi semacam itu tidak berdasar dan justru mengalihkan perhatian dari akar persoalan sebenarnya, yakni kerusakan lingkungan di kawasan hulu Lembang.

Lebih jauh, Dedi Mulyadi mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama memperbaiki kondisi lingkungan di wilayah Kabupaten Bandung Barat, khususnya kawasan Lembang yang kini semakin rentan terhadap bencana ekologis.

“Yang harus dilakukan, ya kita benahi dong bersama-sama Kabupaten Bandung Barat, daerah Lembang-nya. Jangan sampai gunung rentul oleh bangunan,” ujarnya.

Dedi Mulyadi menggunakan istilah rentul untuk menggambarkan kondisi gunung yang semakin tertutup bangunan beton, bukan oleh vegetasi alami.

Menurutnya, kawasan pegunungan seharusnya menjadi tempat bagi pohon-pohon besar yang mampu menahan air hujan, menjaga keseimbangan ekosistem, dan mencegah banjir.

“Nanti ke depan, gunungnya harus rentul oleh pepohonan,” tambahnya, menekankan pentingnya reboisasi dan pelestarian kawasan resapan air di dataran tinggi.

Dalam konteks yang lebih luas, Dedi Mulyadi ingin mengingatkan publik untuk tidak terburu-buru menyalahkan daerah lain ketika terjadi bencana di wilayahnya.

Menurutnya, solusi atas permasalahan lingkungan seperti banjir harus diawali dari kesadaran lokal dan tindakan kolektif yang nyata, bukan sekadar melempar opini di media sosial.

Dengan gaya komunikasinya yang khas, Dedi Mulyadi kembali menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan hidup dan tata ruang yang kerap luput dari perhatian publik.

Unggahan videonya pun viral di media sosial, memicu diskusi hangat mengenai pentingnya penataan kawasan wisata dan hunian di daerah pegunungan.***

Editor : Eli Kustiyawati
#dedi mulyadi #bogor #lembang #gubernur jawa barat #Hibisc di Puncak #banjir