RADAR BOGOR — Kabar membahagiakan datang bagi warga Jawa Barat, khususnya bagi para pelajar yang bercita-cita menjadi dokter.
Lewat unggahan video di akun TikTok resmi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi @dedimulyadiofficial, mengumumkan program beasiswa penuh bagi tiga calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan (Unpas) dengan nilai seleksi tertinggi.
"Ini kabar gembira yah, bagi warga Jawa Barat yang anak-anaknya masuk Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan," ujar Dedi.
Menurut Dedi, beasiswa tersebut diberikan bagi tiga peserta seleksi yang memperoleh nilai tertinggi.
“Silahkan ikut seleksi masuk Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan. Bagi mereka yang memiliki nilai atau angka tertinggi masuk di Unpas, nanti yang tertinggi 3 besar maka kuliah kedokterannya itu digratiskan,” katanya.
Dalam video tersebut, Dedi Mulyadi juga didampingi Prof Didi Turmudzi yang juga Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan.
“Betul nggak Pak Didi?” tanya Dedi memastikan.
“Betul-betul Pak,” jawab Prof Didi sambil tersenyum.
Dedi Mulyadi menambahkan bahwa hadiah itu secara simbolis baru saja disampaikan langsung oleh Didi sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat pendidikan bagi putra-putri terbaik Jawa Barat.
“Ini Pak Didi ngasih hadiah sama saya barusan. Pokona tilu urang gratis masuk Fakultas Kedokteran urang Jawa Barat,” ujarnya.
Dalam gaya khasnya yang jenaka tetapi mengena, Dedi menyentil potensi prasangka publik yang mungkin akan mencurigai program ini sebagai langkah pencitraan.
“Gini aja, daripada susah-susah nanti dianggap cuwet ka nu hideung, ponteng ka nu koneng ceuk urang Sunda mah,” kata Dedi merujuk pada istilah Sunda yang berarti pilih kasih.
Lalu ia menegaskan, “Kieu we ayeuna mah, pokona nu angka seleksina kahiji, kadua, katilu eta gratis! (Gini saja sekarang mah pokoknya yang angka seleksinya pertama, kedua, dan ketiga, gratis).”
Inisiatif ini mendapat banyak pujian karena dianggap sebagai langkah nyata dalam mendorong pemerataan akses pendidikan tinggi, khususnya di bidang kedokteran.
Tak hanya memotivasi generasi muda untuk berjuang melalui jalur akademis, program ini juga menjadi simbol komitmen antara dunia pendidikan dan tokoh masyarakat dalam menjembatani kesenjangan sosial di Jawa Barat.
Editor : Eka Rahmawati