RADAR BOGOR - Ada yang berbeda saat acara ulang tahun PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk (BJB). Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan sambutan sekaligus pesan penting di hadapan para petinggi bank daerah tersebut.
Dedi Mulyadi mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi perbankan saat ini, mulai dari menurunnya kepercayaan terhadap bank, hingga kekhawatiran menyimpan uang.
Kepala Daerah yang disebut Bapa Aing ini memberikan usulan dengan efek jangka panjang yakni mampu mengembalikan marwah kepercayaan masyarakat pada bank, khususnya BJB.
Ia mengajak bank terkait untuk terus aktif membelanjakan uang-uang yang mana di dalamnya mengandung doa kebaikan sehingga tidak akan sampai terjadi kebangkrutan.
“Hari ini saya ngajak selama ini adalah ngajak BJB untuk membelanjakan uang-uang, ini menjadi doanya orang. Maka disebutlah BJB Peduli,” ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dilansir dalam YouTube Lembur Pakuan Channel pada 25 Mei 2025.
Harapan terbesar Dedi, saat BJB Peduli hadir selanjutnya gagasan Bank Aing terwujud dan secara otomatis mampu menambal keyakinan masyarakat setempat yang pernah menurun.
Bahkan semula saat banyak orang takut simpan uang di bank, karena khawatir diselewengkan, hal itu tidak akan terjadi lagi dan ia menyebut ibarat oase di gurun pasir.
“BJB Peduli kalau nanti ada bisa, misal ada tren baru adalah Bank Aing Peduli. Maka ini akan masuk dalam alam bawah sadar orang. Saya yakin akan di tengah-tengah orang ketika mulai menurunnya kepercayaan pada perbankan,” ungkapnya.
“Ada ketakutan menyimpan uang disimpangkan. Kemudian muncul bank sebagai oase di tengah gurun pasir dan dia menjadi sosok peduli. Maka semua orang akan berbondong-bondong menyimpan di bank ini,” samgung Dedi Mulyadi.
Menurut kepala daerah berusia 54 tahun itu, saat ini publik ingin mencari orang yang dipercaya, perbankan terpercaya. Ia berpesan ketika bank menebarkan kebaikan, secara langsung mendapat dampak serupa. Peluang sangat tinggi dapat nasabah dengan track record baik.
“Jadi orang Indonesia itu gotong royong kuat, empati kuat. Ingat orang baik akan bertemu orang baik, orang ikhlas bertemu dengan orang ikhlas. Bank penebar kebaikan akan bertemu dengan nasabah penyumbang kebaikan,” pungkasnya.***
Editor : Eka Rahmawati