Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Juluki Bupati Bekasi Raja Bongkar, Dedi Mulyadi: Segera Lakukan Evaluasi Tata Ruang, Perbanyak Mesin Pemotong Rumput

Mera Puspita Sari • Senin, 26 Mei 2025 | 07:28 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sampaikan pesan tata ruang pada Bupati Bekasi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sampaikan pesan tata ruang pada Bupati Bekasi

RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan pesan khusus untuk Bupati Bekasi saat berpidato di hadapan Jaksa Agung, Menteri Pertanian, dan segenap petinggi lainnya tentang pentingnya tata ruang.

Pada kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bekasi, bahkan menyebutnya Raja Bongkar karena keberanian serta komitmennya menjaga tata ruang wilayah tanpa kompensasi.

Dedi Mulyadi juga mengakui bahwa saat dirinya melakukan pembongkaran, ia sering tidak tega dan akhirnya memberikan kompensasi.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Bupati Bekasi. Ini disebut oleh saya sebagai Raja Bongkar. Kalau saya bongkar bangunan, nggak tegaan, pasti kasih kompensasi. Bupati ini nggak mau kasih kompensasi,” ungkapnya, dilansir dari YouTube Lembur Pakuan Channel pada 26 Mei 2025.

Selanjutnya, Dedi Mulyadi menyampaikan dua pesan untuk Bupati agar terus melanjutkan kinerjanya, mulai dari melakukan evaluasi tata ruang hingga berpedoman pada peraturan gubernur tentang larangan alih fungsi lahan.

“Saya menyampaikan pesan buat Pak Bupati di depan Pak Jaksa Agung. Pertama, segera lakukan evaluasi tata ruang di Kabupaten Bekasi karena banyak area sawah yang berubah jadi permukiman,” tuturnya.

Ia tidak ingin area sawah, perkebunan, dan hutan dialihfungsikan karena dapat mengganggu keseimbangan lingkungan sekitar.

“Sebelum evaluasi tata ruang, Gubernur Jawa Barat sudah mengeluarkan peraturan gubernur larangan alih fungsi lahan dari area pertanian, area hutan, area perkebunan, dan area pertanian ke fungsi-fungsi lain yang tidak sesuai dengan peruntukannya,” paparnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan keprihatinan terhadap warga Bekasi yang pergi ke kawasan Lembang untuk liburan.

Padahal, mereka bisa berhemat dengan rekreasi di Bekasi saja.

“Berikutnya, Pak Bupati, saya pesan juga: perbanyak di setiap desa dan kelurahan mesin potong rumput karena saya lihat sepanjang jalan rumputnya segini,” ucap Dedi Mulyadi sambil memeragakan tinggi rumput yang hampir mencapai dada.

“Ini harus dipotong. Untuk apa? Karena orang Bekasi itu perlu hiburan, perlu rekreasi. Karena setiap Jumat, satu orang Bekasi ke Lembang, Puncak, Pangandaran—penuh di mana-mana,” ujarnya.

Ia mengemukakan bahwa hal itu terjadi karena minimnya area estetik. Banyak industri perumahan tumbuh di Bekasi sehingga perlu penataan agar warga tidak perlu jauh-jauh untuk rekreasi.

“Karena mungkin terjadi sebuah situasi di Bekasi yang berubah jadi industri perumahan yang tidak tertata, sehingga depresinya tinggi,” tuturnya.

“Saya minta seluruh rumput di pinggir jalan dibabat agar sawah terlihat. Setelah itu, jalannya dihaluskan dan dipasang lampu-lampu yang tertata, sehingga area sawah dekat perumahan ini menjadi estetik dan pariwisatanya kuat. Dengan begitu, orang Bekasi tidak perlu mengeluarkan uang untuk pergi jauh. Cukup di Bekasi sudah bahagia,” pungkasnya.***

Editor : Eli Kustiyawati
#dedi mulyadi #bupati bekasi #gubernur jawa barat