Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tidak Boleh Ada Lagi Kabel Bergelantungan di Atas Bikin Pabeulit dan Harus di Bawah Tanah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bakal Bikin Terowongan

Eka Rahmawati • Senin, 26 Mei 2025 | 13:04 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyampaikan tentang infrastuktur dan pariwisata beberapa waktu lalu.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyampaikan tentang infrastuktur dan pariwisata beberapa waktu lalu.

RADAR BOGOR - Berbagai rencana dilakukan Dedi Mulyadi dalam menata Provinsi Jawa Barat termasuk menata keindahan kota. Salah satunya keberadaan kabel-kabel di tengah kota yang mengurangi kenyamanan suatu daerah.   

Untuk itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merencanakan membangun sebuah terowongan yang nantinya diperuntukan khusus kabel-kabel seperti listrik hingga telepon.

Pada sebuah kesempatan saat menghadiri acara di Bandung beberapa waktu lalu, Dedi Mulyadi menyampaikan rencana menyelesaikan persoalan infrastruktur. Salah satunya ia mencontohkan di wilayah Kota Bandung.

 

"Saya targetkan 5 tahun ke depan di seluruh kota-kota di Jawa Barat pusat ibu kotanya tidak boleh ada kabel listrik di atas tidak boleh ada kabel telepon di atas, semuanya harus di bawah tanah kita bikin terowongan pintar," kata Dedi Mulyadi dalam pidatonya yang dilansir dari video bertajuk "Ini Visi Kepariwisataan KDM untuk Jabar,  Penanganan Infrastruktur dan Sampah Fokus Utama" di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel. 

Dedi menyampaikan alasan dari rencananya itu yakni terkait dengan kenyamanan dan keindahan suatu kota dan peradaban.

"Kenapa? Peradaban, tidak nyaman dilihat mata, Bandung yang indah kabel pabeulit lieur," sambung Dedi. 

Tak hanya menata kabel yang bergelantungan di atas, Dedi juga akan membuat aturan terkait galian di jalan raya yang kerap mengganggu masyarakat. 

"Ayeuna ngagali, karak sabulan ngagali, PDAM ngagali, kabel PLN pasang lagi, optik pasang lagi, isukan PDAM bocor gali deui, (sekarang menggali, baru satu bulan menggali, PDAM menggali, kabel PLN pasang lagi, optik pasang lagi, besok PDAM bocor gali," ungkapnya.

Agar tidak terus menerus terjadi galian di jalan raya maka kata Dedi harus dibuat rencana dan terintegrasi.  

"Anda kalau mau pasang kabel, pasang pipa, pasang ini bikin dalam satu hari yang sama dalam satu lubang yang sama. Hiji lobang ku sasarea, ulah setiap dinas, setiap instansi nyieun lobang sorangan (satu lubang oleh semua, jangan setiap dinas, setiap instantsi membuat lubang sendiri)," jelas Dedi.

Mantan bupati Purwakarta dan anggota DPRD Kabupaten Purwakarta itu pun meminta agar setiap instansi maupun dinas harus berkoordinasi serta membuat perencanaan bersama.

"Baru itu trotoar dibangun baru minggu kemaren pasang kabel listrik, besoknya telepon, isukna deui kabel PDAM kan masa begitu tata kelola, katanya bersinergi, katanya Negara Kesatuan Republik Indonesia masa negara kesatuan papisah wae iyeu teh," ungkapnya.

 

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #kabel #terowongan