RADAR BOGOR - Di Peresmian acara Program Jaksa Mandiri Pangan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan orang Bekasi membutuhkan hiburan.
"Perlu rekreasi, karena Jumat Sabtu orang Bekasi ke Lembang ke Puncak, ke Pangandaran, penuh di mana-mana," tambahnya.
Dedi Mulyadi menilai, hal ini dikarenakan terjadi perubahan situasi yang membuat Bekasi berubah menjadi industri.
"Perumahannya tidak tertata, sehingga depresinya tinggi," tuturnya.
Oleh karenanya, Dedi Mulyadi meminta seluruh rumput di pinggir jalan dipotong, sehingga sawah terlihat.
"Setelah itu, jalan dihaluskan, dipasang lampu-lampu yang tertata, sehingga areal sawah di dekat perumahan akan menjadi areal estetik biar pariwisatanya kuat," pungkasnya.
Jika hal tersebut dilakukan, Gubernur Jawa Barat mengatakan, orang Bekasi tidak perlu mengeluarkan uang untuk pergi jauh.
"Cukup di Bekasi udah bahagia," ujarnya.
Dedi Mulyadi juga menyebut Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang sebagai Raja Bongkar.
"Pak Bupati Bekasi ini disebutnya oleh saya adalah Raja Bongkar," sebutnya.
Dedi Mulyadi mengatakan, jika membongkar bangunan akan memberikan kompensasi karena merasa tidak tega.
"Bupati ini engga mau kasih kompensasi, jadi ujung-ujungnya saya yang dibully," ungkapnya yang diikuti dengan tawa.
Di depan Jaksa Agung ST Burhanuddin, Dedi Mulyadi berpesan kepada Bupati Bekasi untuk melakukan evaluasi tata ruang.
"Karena banyak areal sawah yang berubah jadi pemukiman," ungkapnya.
Sebelum evaluasi tata ruang, Gubernur Jawa Barat sudah mengeluarkan peraturan larangan alih fungsi lahan dari areal pertanian, areal hutan, areal perkebunan, areal perairan.
"Ke fungsi-fungsi lain yang tidak sesuai dengan peruntukannya," tandas Dedi Mulyadi.
Editor : Siti Dewi Yanti