RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Bupati Subang Reynaldi Putra Andita melakukan pembongkaran bangunan-bangunan ilegal.
Pembongkaran secara langsung dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Subang.
Saat hendak membongkar, terlihat Satpol PP membongkar salah satu bangunan dengan peralatan seadanya.
Melihat hal tersebut, Gubernur Jawa Barat menanyakan kesediaan peralatan pembongkaran.
"Bupati, Satpol PP teu boga linggis?" tanya Dedi Mulyadi.
Mendengar jawaban dari Satpol PP yang bertugas, Dedi Mulyadi perintahkan Bupati Subang untuk membeli sejumlah peralatan.
"Aing mah ngerakeun pisan, beli linggis, gergaji, bedog," ucapnya.
"Siap," jawab Reynaldi
Dedi Mulyadi memerintahkan agar membeli linggis, palu yang besar, dan patik.
"Meli ayeuna, meli ayeuna," tutur Reynaldi.
"Bere duit sia teh," imbuh Dedi Mulyadi.
"Aya, atos," balas Reynaldi.
Bupati Garut meminta salah satu asistennya untuk mengambi uang.
"Mana duitna? Aya duitna eweuh?" tanya Dedi Mulyadi.
"Aya, loba," jawab Reynaldi.
Melihat uang yang dibawa Bupati Subang, Dedi Mulyadi meminta Rp2 juta untuk membeli peralatan.
"Boga duit, bupati. Beli, Rp2 juta mahi. Ini duit APBD?" tanyanya.
"Lain, duit pribadi," ucap Reynaldi.
Saat Bupati Subang menghitung uang cash, Dedi Mulyadi meminta bupati memberikan uang Rp3 juta.
"Bere Rp3 juta, mahi. Beli linggis, ngerakeun aing mah," pungkas Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat sempat menanyakan uang yang dibawa Bupati Subang.
Lain duit arisan?" canda Gubernur Jawa Barat.
"Duit arisan," balas Bupati Subang sambil tertawa.
Bersama Bupati Subang, Dedi Mulyadi menyebutkan, tidak harus mengeluarkan uang.
"Teu keluar duit jeung bupati iyeu mah," tandasnya.
Editor : Siti Dewi Yanti