RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan ibu dan siswa SMP asal Kota Depok yang sakit setelah pulang dari study tour.
Dalam video yang diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel pada 27 Mei 2025, Dedi Mulyadi bertemu ibu dan remaja tersebut ke kediamannya di Lembur Pakuan, Subang.
Dedi Mulyadi menanyakan kondisi remaja itu yang datang dengan pelindung di kepala.
Remaja itu diketahui merupakan seorang pelajar yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP.
Dedi juga mempertanyakan kondisi pendidikan kepada remaja tersebut.
"Sekarang udah sekolah lagi belum?" tanya Dedi Mulyadi.
"Sekarang lagi kurang sehat," jawab remaja itu.
Ternyata, sudah sebulan remaja tersebut tidak sekolah sejak mengalami gangguan kesehatan.
"Kata dokter gimana? Ke psikolog udah?" tanya Dedi Mulyadi.
Ibu remaja itu menjawab bahwa kondisi anaknya dari hasil pemeriksaan dokter mengalami gangguan epilepsi dan tidak ada gangguan kejiwaan.
Walau diagnosis dari pemeriksaan adalah gangguan epilepsi, ibu remaja itu mengaku tidak pernah melihat anaknya mengalami epilepsi sejak lahir.
"Dari lahir anak ini, aku gak pernah lihat dia epilepsi," katanya.
Walau sudah memeriksa kondisi remaja tersebut di berbagai tempat, kesimpulannya tetap sama: remaja itu didiagnosis mengalami epilepsi.
"Dikasih obat?" tanya Dedi Mulyadi.
"Dikasih obat penenang, obat tidur, dan obat saraf," jawab wanita berusia 35 tahun tersebut.
Dedi Mulyadi sempat terkejut dengan obat-obatan yang dikonsumsi oleh remaja tersebut.
Ibu remaja itu juga mengungkapkan bahwa saat diperiksa, sempat ditulis mengalami gangguan psikotik.
"Terus sempat ditulisnya gangguan psikotik, tapi udah saya cek, hasilnya negatif," kata ibu tersebut.
Dedi mengungkapkan kekhawatirannya terhadap remaja yang mengonsumsi berbagai obat-obatan terlebih obat tidur karena khawatir ketergantungan.
"Sepengetahuan saya, nanti ada ketergantungan, gak bisa tidur kalau gak minum obat," ujar Dedi.
Dedi Mulyadi lalu menanyakan kronologi yang menimpa siswa SMP asal Depok tersebut.
"Awalnya di study tour waktu itu, Pak, di Jogja," ungkap sang ibunda.
Dedi Mulyadi juga berusaha berkomunikasi dengan remaja itu dengan memberikan berbagai pertanyaan.
Dedi Mulyadi sempat mengalami kesulitan berkomunikasi dengan remaja tersebut.
Sang ibu menyebut kegiatan study tour dilaksanakan pada November 2023 lalu.
Sepulang dari kegiatan study tour, putranya mengalami gangguan kesehatan.
"Selama setahun, walau kondisinya seperti ini, tetap suruh dia sekolah. Terus kalau dia lagi ada reaksi, ditelepon nanti saya jemput," jelas wanita yang memakai kaus hitam tersebut.
Selama sesi tanya jawab mengenai kondisi remaja tersebut, Dedi memberikan pijatan pada tubuhnya.
Ia juga membimbing untuk beristigfar dan memberikan beberapa pertanyaan seputar anggota keluarga.
Dedi juga akan membantu remaja itu untuk lepas dari ketergantungan obat dengan mengantar stafnya untuk bertemu seorang ustadz.
"Nanti kan kalau di sana dibiasakan tidur tanpa obat, pasti bisa. Ini mah belum parah," pungkasnya.***
Editor : Eli Kustiyawati