Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Ajak Pejabat Pratama Wujudkan Gemah Ripah Repeh Rapih saat Pelantikan di Area BYD, Dedi Mulyadi: Jam Kerja Formal Tidak Penting

Mera Puspita Sari • Kamis, 29 Mei 2025 | 06:19 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat hadiri pelantikan pejabat pratama di area BYD
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat hadiri pelantikan pejabat pratama di area BYD

RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menghadiri acara pelantikan pejabat pratama di area BYD pada 28 Mei 2025.

Pelantikan dilakukan di tengah tanah lapang dengan deretan bangunan tinggi yang masih dalam tahap pembangunan.

Hadir sederet pejabat seperti Bupati Subang, Dandim, Wakapolres, Kapolres, Satserse, Sekda, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, serta seluruh pegawai manajemen PT Surya Cipta dan PT BYD.

Dalam acara pelantikan yang berlangsung di bawah teriknya cahaya matahari tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan pesan mendalam terkait kemajuan dan kesejahteraan rakyat Jawa Barat.

Ia mengungkapkan bahwa setiap individu yang akan dilantik sebagai pejabat pratama hendaknya selalu memegang komitmen dan menanggalkan ego demi kemakmuran Jawa Barat.

“Kita bersama-sama melakukan ikrar sumpah jabatan, bahwa kita berkomitmen mendorong kemajuan Jawa Barat,” tuturnya, dikutip dari YouTube Lembur Pakuan Channel pada 29 Mei 2025.

Hal utama yang menjadi prinsip dasar saat memegang jabatan adalah bahwa setiap individu harus mampu menanggalkan ego masing-masing dan memiliki totalitas tinggi dalam memajukan wilayah.

“Meninggalkan berbagai ego yang bersifat personal, kemudian masuk ke wilayah, tujuan, cita-cita kita dalam berbangsa,” ujarnya.

“Dan negara ini—yang paling utama—harus mewujudkan kemakmuran terhadap seluruh tumpah darah dan Tanah Air Indonesia. Kita ingin mewujudkan Jawa Barat gemah ripah repeh rapih,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang dikenal juga dengan sebutan "Bapak Aing" itu menjelaskan maksud dari ungkapan gemah ripah repeh rapih, yang berkaitan dengan konsep penting mewujudkan masyarakat hidup tenang, tenteram, dan memiliki kecukupan sandang serta pangan.

Menurutnya, hal tersebut merupakan prinsip dasar. Oleh karena itu, semua orang yang menduduki jabatan harus bekerja dengan baik.

Ia bahkan menegaskan bahwa jam kerja hanya bersifat formalitas dan bukan menjadi ukuran, apalagi jika seseorang yang diberi amanah tidak menjalankan fungsinya.

“Karena ini yang menjadi prinsip dasar, maka semua orang harus bekerja dengan baik. Tidak ada lagi istilah jam kerja. Jam kerja itu hanya formalitas,” paparnya.

“Saya tidak penting jam kerja. Kenapa? Kita bisa masuk jam 07.00, keluar jam 15.00, tapi itu semua tidak ada arti kalau tidak ngapa-ngapain. Yang diperlukan adalah langkah out of the box untuk menyelesaikan problem,” pungkasnya.***

Editor : Eli Kustiyawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #pejabat pratama #PT BYD