Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mengaku Sombong, Gubernur Jawa Barat Jelaskan Tayangan di Medsos hanya Konten Pencitraan, Dedi Mulyadi: Jangan Percaya, Bapak Ketipu Itu

Siti Dewi Yanti • Kamis, 29 Mei 2025 | 09:44 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menjamu fansnya yang berasal dari Sulawesi Tengah
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menjamu fansnya yang berasal dari Sulawesi Tengah

RADAR BOGOR - Satu keluarga yang berasal dari Sulawesi Tengah harus menempuh perjalanan selama satu minggu untuk bisa bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Satu keluarga yang terdiri dari Dadan bersama istri, Sari, dan anak mereka harus mengeluarkan dana senilai belasan juta rupiah untuk bisa sampai di rumah Gubernur Jawa Barat.

"Ngapain capek-capek ke sini?" tanya Dedi Mulyadi.
"Sangking ngefansnya sama Bapak," ungkap Dadan.

"Ngefans apa?" tanya Dedi Mulyadi.
"Ngelihat kinerja Bapak sebagai gubernur," ucap Dadan.

Dedi Mulyadi mengungkapkan yang dilihat Dadan di media sosial hanyalah konten.

"Kita ikuti terus di medsos Pak," tutur Dadan.
"Ya, itu di medsos, bohong itu. Pencitraan," pungkas Dedi Mulyadi.

"Baru kali ini, ada gubernur seperti bapak, serasa presiden," lanjut pria yang berasal dari Kabupaten Morowali Utara tersebut.

"Bohong, presiden mah Prabowo Subianto. Harga mati. Itu mah konten Pak, pencitraan namanya. Bapak jangan mau dibohongin," tegas Dedi Mulyadi.

Dadan menceritakan, ia harus mengumpulkan uang hingga tiga bulan untuk bisa bertemu Gubernur Jawa Barat.

"Kalau bicara fans engga bisa ditukar dengan uang Pak, yang penting udah bisa ketemu Bapak," jelasnya.

"Ngapain susah-susah ketemu saya, nyariin orang yang kayak gini. Biasa aja, di sana juga banyak orang seperti saya," beber Dedi Mulyadi.

Dadan menjelaskan, di warung kopi tempat ia bisa berkumpul banyak bercerita tentang Dedi Mulyadi.

"Warung kopi di mana?" tanya Dedi Mulyadi.
"Di Sulawesi Pak, banyak yang fans sama Bapak," lanjut Dadan.

"Jauh, dari mana taunya?" tanya Dedi Mulyadi.

"Dari medsos, dari TikTok, dari Youtube. Seolah-olah merasa baru kali pertama ini ada pemimpin seperti Bapak. Itu yang menjadi perhatian banyak orang," papar Dadan.

Dedi Mulyadi mengatakan, pemimpin yang lain tidak mengunggah aktivitas ke media sosial.

"Mungkin yang lain, lebih bijak, lebih arief, lebih silence. Seluruh gerakannya tidak mau diketahui oleh masyarakat," bebernya.

Gubernur Jawa Barat mengaku dirinya sombong.

"Setiap apa yang dilakuin posting. Walaupun tidak semua yang dilakukan diposting, karena engga cukup waktu postingnya.

"Itu yang di konten video itu bohong. Itu pencitraan, jangan percaya. Bapak ketipu itu," tandas Dedi Mulyadi.

Gubernur Jawa Barat menawarkan Dadan sekeluarga untu menginep di salah satu hotel di Bandung

"Orang kampung masuk hotel," imbuh Dadan.

"Engga apa-apa, sekali-kali. Hotel dekat Gasibu. Bilangin tamu Bapak, nginep 2 malam," pinta Dedi Mulyadi.

Gubernur Jawa Barat juga menanyakan perihal kepulangan Dadan sekeluarga ke Sulawesi Tengah.

"Pulangnya mau Jakarta atau Surabaya?" tanya Dedi Mulyadi.
"Surabaya," jawab Dadan

"Kenapa engga lewat Jakarta?" tanya Dedi Mulyadi.
"Kemahalan Pak," ungkap pria yang berprofesi sebagai supir taksi ini.

"Udah, urusan saya. Om, cariin kapal dari Tanjung Priuk ke Makassar," perintah Dedi Mulyadi.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #sulawesi tengah #gubernur jawa barat #konten media sosial