Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kronologi dan Penjelasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang Marah di Acara Nganjang ka Warga di Subang Dipicu Spanduk Persikas

Eka Rahmawati • Kamis, 29 Mei 2025 | 16:30 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menjelaskan alasannya marah pada sekelompok pemuda yang menyuarakan tentang Persikas di acara Nganjang ka Warga di Kabupaten Subang.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menjelaskan alasannya marah pada sekelompok pemuda yang menyuarakan tentang Persikas di acara Nganjang ka Warga di Kabupaten Subang.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan penjelasan terkait alasannya marah saat hadir dalam acara Nganjang ka Warga di Kabupaten Subang, Rabu (28/5/2025) malam dan dipicu spanduk terkait Persikas. Berikut kronologi dan penjelasan Dedi Mulyadi pada momen yang kemudian viral di media sosial itu.

Bermula saat digelarnya acara bertajuk Abdi Nagri Nganjang ka Warga Edisi 9 Festival Layanan Publik dan Hiburan Khas Jawa Barat digelar Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Rabu (28/5/2025). 

Nganjang ka Warga merupakan salah satu program Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu sarana pertemuan sang kepala daerah dengan masyarakat yang dikemas dengan pertujukan seni dan budaya serta berbagai layanan publik dan digelar di berbagai daerah di Jawa Barat. 

Selanjutnya pada malam hari disuguhkan hiburan rakyat dengan menghadirkan Ceu Popon, komedian Sunda Ohang, grup musik EMKA 9, Wa Kancil, serta penampilan seni tari. Di acara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga menyampaikan pidato di hadapan masyarakat. 

Pada edisi sebelumnya acara sudah dilaksanakan di antaranya di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, serta Kabupaten Majalengka. Nah pada edisi 9, Abdi Nagri Nganjang ka Warga digelar di Kabupaten Subang tepatnya Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem yang juga dihadiri Bupati Subang Reynaldi Putra Andita.  

Tak hanya pidato dan memberikan pesan, Gubernur Jawa Barat juga kerap berdialog dengan warga yang ia panggil ke panggung. Termasuk saat Nganjang ka Warga di Subang, Dedi memanggil seorang ibu dan anak-anaknya ke panggung untuk berbincang.

Sebagaimana video yang diunggah di YouTube Humas Jabar, dalam perbincangannya diketahui bahwa ibu tersebut memiliki 4 orang anak yang mana sang suami menikah lagi dengan orang lain. Ibu itu kemudian berjuang menghidupi anaknya dengan mencari rongsokan atau botol plastik bekas. 

Kisah ibu 4 anak ini membuat sang kepala daerah terharu hingga memberinya sejumlah uang yang dapat digunakan sebagai modal usaha. Nah, saat momen haru itu terjadi, tiba-tiba sekelompok pemuda berteriak sambil membentangkan spaduk bertuliskan "Selamatkan Persikas". 

Persikas atau Perserikatan Sepakbola Indonesia Kabupaten Subang merupakan klub sepakbola yang bermarkas di Subang. Klub tersebut kabarnya akan diakuisi oleh klub lain, sehingga ada sejumlah pendukung berharap agar Persikas diselamatkan hingga menyampaikannya di momen Nganjang ka Warga.

Melihat spanduk dan aksi para pemuda itu, Dedi Mulyadi pun marah dan meminta mereka menurunkan spanduknya.

"Ini bukan forum Persikas ini forum saya, turunkan spanduknya, turunkan," kata Dedi dengan nada keras di atas panggung. 

Gubernur Jabar itu pun kemudian berdiri dan menyebut bahwa acara itu adalah forum dirinya dengan warga.

"Ini bukan forum Persikas, ini forum saya dengan rakyat mikir kamu. Punya otak kamu, ini penderitaan rakyat bukan urusan Persikas," kata sang kepala daerah.

Video Dedi marah terhadap sekelompok orang yang membentangkan spanduk Selamatkan Persikas itu pun viral di media sosial. Dedi lantas memberi penjelasan terkait peristiwa yang terjadi Rabu (29/5/2025) malam tersebut.

"Saya malam itu marah karena ada sekelompok orang yang tidak memiliki adab," ujar Dedi dalam video yang diunggahnya di Instagram @dedimulyadi71.

Dedi menyebut saat air mata jatuh karena rasa empati pada derita seorang ibu yang memiliki empat anak dan membiayai mereka hanya dengan memungut botol-botol bekas tetapi anaknya tumbuh bisa tumbuh dengan baik, suaminya menikah lagi dengan orang lain ada yang berteriak yel-yel untuk menyelamatkan Persikas.

"Tentunya sikap ini adalah sikap yang tidak beradab yang menempatkan sebuah masalah tidak pada tempatnya dan yang paling penting adalah bahwa hilangnya nalar rasa, hilangnya hati, dan hilangnya cinta pada orang yang terlalu mengedepankan ego untuk membela klubnya tapi mengabaikan fakta derita yang dihadapi warga," ungkap sang gubernur.

Dedi berharap peristiwa ini menjadi pelajaran penting. Ia juga tidak mempedulikan jika dicap sebagai pemimpin yang emosional sebab bagi Dedi yang terpenting adalah mendidik rakyat. 

"Bagi saya itu tidak penting tapi mendidik rakyat jauh lebih penting dibanding popularitas dan elektabilitas," ucap Dedi Mulyadi.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #marah #gubernur jawa barat #Persikas