RADAR BOGOR - Tak hanya lokal, warga dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) juga meminta tolong Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Kali ini, ada satu keluarga yang sengaja datang dari kawasan Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut untuk menemui langsung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di Bandung.
"Berapa perjalanan ke tempat saya? dari Palembang ke Bandung sampai di tujuan 15 jam," jelas seorang bapak berkemeja biru tua tersebut kepada Dedi Mulyadi.
Pria berinisial BH tersebut mengaku, bersama istri dan seorang anaknya melakukan perjalanan nonstop dan hanya berhenti untuk mengisi bahan bakar mobil saja.
Dengan nada pelan, bapak tersebut langsung meminta tolong kepada Dedi Mulyadi terkait masalah anaknya.
"Tolong kenapa?," ucap Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kemudian langsung bertanya kepada anak bapak tersebut.
Dedi Mulyadi menanyakan, asal sekolah dan kelas.
Anak tersebut menjawab, bersekolah di salah satu SMK negeri kelas 10 jurusan perbengkelan.
Lalu, Dedi Mulyadi menanyakan kenapa datang jauh-jauh menemui dirinya.
Ia menjawab, mengonsumsi barang terlarang bersama teman-temannya.
Dedi Mulyadi kembali menanyakan, mendapatkan uang dari mana karena harga barang terlarang mahal.
Ia mengaku, setiap hari mendapatkan uang jajan Rp25 ribu, sering berbohong kepada orang tuanya dengan alasan praktek agar mendapatkan uang lebih agar bisa mengonsumsi barang terlarang tersebut.
Sekali pakai, ia biasanya menghabiskan uang sekitar Rp100 ribuan.
Kepada Dedi Mulyadi, ia mengaku sudah satu minggu tidak mengonsumsi barang terlarang tersebut.
Kemudian, Dedi Mulyadi menawarkan kepada anak tersebut sendirian mendapatkan pembinaan di barak militer.
Mendengar hal tersebut, ia langsung menyetujuinya karena ingin terlepas dari ketergantungan barang terlarang itu.
Dedi Mulyadi, sempat bertanya kepada kedua orang tuanya apakah diizinkan karena sering ada yang menilai melanggar HAM.
Namun, kedua orang tuanya ingin agar anaknya masuk barak sehingga bisa hidup normal kembali.
Selain itu, orang tuanya akan langsung membuat surat pernyataan agar anaknya bisa masuk barak militer.
BH menegaskan, menitipkan anaknya kepada Dedi Mulyadi secara sukarela dan bertanggungjawab apabila kabur atau melakukan hal lainnya.
Ternyata, ibu anak tersebut merupakan seorang guru SD di kawasan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir.
BH mengungkapkan, sangat berterima kasih bisa diterima dan ditolong.
"Saya menjalankan tugas juga dari presiden untuk menjaga anak-anak Indonesia dari korban narkoba," pungkas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim