RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pembangunan kawasan industri bukan sekadar janji atau wacana belaka.
Melalui unggahan Instagram @dedimulyadi71, ia menjawab kritik yang menyebut dirinya terlalu fokus pada pendidikan tanpa menyentuh persoalan lapangan kerja.
“Banyak orang yang bertanya kepada saya, jangan terus-terusan memperhatikan pendidikan, perhatikan juga ketersediaan lapangan kerja,” kata Dedi.
Pernyataan tersebut menjadi pengantar atas pemaparan langkah nyata yang tengah ia jalankan di berbagai wilayah Jawa Barat.
Dedi mengungkapkan bahwa pembangunan kawasan Surya Cipta di Subang yang kini menjadi lokasi pabrik mobil listrik BYD (Build Your Dreams) merupakan salah satu bentuk nyata dari upayanya menciptakan lapangan kerja langsung di daerah.
Keberadaan pabrik ini menjadi awal dari serangkaian ekspansi industri lain yang akan berdiri di Subang dan sekitarnya. Namun, inisiatif tersebut tidak berhenti di satu kabupaten saja, Dedi Mulyadi juga mendorong percepatan pengembangan kawasan industri di Indramayu, Cirebon, Majalengka, Purwakarta, Karawang, Bekasi, Bogor, Garut, Sumedang, hingga Bandung.
Upaya ini melibatkan percepatan izin investasi, pembangunan infrastruktur pendukung, hingga kolaborasi dengan dunia usaha untuk mempercepat operasional pabrik-pabrik baru.
“Ini adalah bagian dari upaya untuk tersegeranya ada lapangan kerja,” kata Dedi dengan nada tegas.
Langkah ini membuktikan bahwa perhatian terhadap pendidikan tidak berdiri sendiri dan menurut Dedi, pendidikan adalah pintu awal, tetapi kesempatan kerja adalah jembatan yang menghubungkan ilmu dengan kesejahteraan rakyat.
Oleh karena itu, pembangunan kawasan industri dan penguatan SDM harus berjalan beriringan. Strategi pembangunan berbasis kawasan industri ini juga merupakan bentuk konkret dari visi Dedi Mulyadi dalam mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.
Dengan adanya industri yang produktif, warga tidak perlu lagi merantau jauh demi mencari nafkah.
Editor : Eka Rahmawati