RADAR BOGOR - Dalam kurun waktu lima tahun ke depan, sejumlah program prioritas disiapkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan fokus pada tiga aspek utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur berkelanjutan.
Percepatan pelayanan dasar yang meliputi pembangunan 3.333 ruang kelas baru, pendidikan vokasi, penerapan kurikulum sekolah kebangsaan, serta peningkatan layanan rumah sakit dan puskesmas menjadi rawat inap.
Evaluasi tata ruang di Jawa Barat mulai dilakukan sebagai upaya memastikan pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan.
Peningkatan pembangunan berbasis lingkungan, sosial, dan budaya meliputi pembangunan kampung adat di sejumlah wilayah di Jawa Barat, pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah.
Termasuk, pembangunan SPAM, perbaikan irigasi, normalisasi sungai, dan sanitasi lingkungan pun menjadi bagian dari prioritas.
Tak kalah penting, fokus pembangunan pada konektivitas wilayah yang berkelanjutan mulai dari pembangunan dan pemeliharaan jalan, baik penerangan jalan umum hingga rambu-rambu lalu lintas.
Selain itu, reaktivasi jalur kereta api, pembangunan sarana transportasi umum BRT, elektrifikasi, perbaikan rutilahu.
Bahkan, termasuk pembangunan rumah vertikal dan rumah panggung hingga perbaikan jalan poros desa juga jadi perhatian utama.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan, ingin menyelesaikan kemiskinan dengan merenovasi rumah warga miskin sebesar Rp40 juta sampai Rp50 juta setiap unitnya.
Sementara itu, Dedi Mulyadi mengubah belanja listrik untuk warga miskin yakni membuat satu satuan sambungan bagi warga miskin.
Menurut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, di Jawa Barat ada sekitar 200.000 warganya tidak punya listrik.
Sedangkan, anggaran yang dialokasikan dari Rp20 miliar diubah menjadi Rp350 miliar. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim