RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menceritakan usulan program jam malam yang akan diberlakukan kepada siswa-siswa yang ada di Jabar.
"Gimana pandangan psikologis klinis?" tanyanya
"Aman," jawab dua psikolog yang diundang ke Lembur Pakuan.
"Aman ya, saya mau berlakukan itu," ujar Dedi Mulyadi.
Salah satu psikolog berpendapat, upaya tersebut sebetulnya untuk memberikan perlindungan kepada anak.
"Yang berkaitan dengan tidak terpenuhinya hak anak, perlindungan, dan kesempatan untuk bertumbuh, bahwa mereka dapat istirahat yang cukup," ungkapnya.
Namun, psikolog klinis tersebut melanjutkan, yang harus dicermati adalah ketika ada anak-anak yang keluar karena kondisi di rumah itu tidak aman.
"Memang tidak bisa satu aspek menyelesaikan semua masalah, memang harus komprehensif karena penanganan masalah itu ekologis," tambahnya.
Gubernur Jawa Barat mengatakan, anak-anak tersebut merupakan usia sekolah. Maka, ketika di jalan, akan ditanyai oleh aparat.
"Itulah tugas negara, ketika dia mengatakan tidak nyaman, nanti ada satgasnya kemudian diajaklah ke kantor Dinas Pendidikan," jelasnya.
Selanjutnya, Dedi Mulyadi menyampaikan, anak tersebut akan ditanya tentang masalah yang dihadapi.
"Apa sih problemnya, kemudian pemerintah kabupaten kotanya nanti harus ada tempat menitipkan mereka sehingga membuat mereka nyaman," paparnya.
Rumah singgah tersebut, Dedi Mulyadi mengungkapkan, akan ada psikolog dan dokter untuk berinteraksi.
"Mereka bisa berinteraksi dan membuat kenyamanan. Keren engga bu?" tanyanya.
"Keren," kompak seluruh psikolog yang hadir.
Dedi Mulyadi menuturkan, program tersebut seperti di negara maju.
"Harus maju dong Jawa Barat dan ini engga bisa selesai sama saya sendiri, harus Bupati dan Wali Kotanya aktif," terangnya.
Dedi Mulyadi menegaskan, hal tersebut harus ditekankan, karena struktur pemerintah Indonesia cukup dengan adanya Dinas Sosial dan lembaga perlindungan anak.
"Tapi nu gelo balatak di mana-mana. Unit Perlindungan Anak ada, tapi mengapa anak-anak ini tidak terlindungi," sebut Gubernur Jawa Barat.
Sebagai informasi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan menerapkan jam malam mulai 1 Juni 2025, untuk melindungi anak-anak dari tindakan membahayakan di malam hari.
Editor : Siti Dewi Yanti