RADAR BOGOR - Polisi menetapkan dua orang tersangka imbas longsor di lokasi tambang galian C Gunung Kuda tepatnya di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Atas langkah polisi terhapan penetapan dua tersangka, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi.
Jajaran kepolisian dari Polresta Cirebon yang menangani longsor di Gunung Kuda menjerat pengelola tambang sebagai tersangka, mereka adalah AK sebagai pengelola atau pemilik usaha penambangan serta AR kepala teknik penambangan.
Dedi Mulyadi mengucapkan terima kasih kepada jajaran kepolisian Polda Jawa Barat serta Polresta Cirebon di bawah pimpinan Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni atas langkahnya tersebut.
"Saya mengucapkan terima kasih buat Kapolda Jabar bu Kapolresta Cirebon dan seluruh jajaran yang telah bertindak tegas dengan mentersangkakan pengelola tambang Gunung Kuda Cirebon dan melakukan penahanan," ucap Dedi dalam keterangannya melalui video di Instagram @dedimulyadi71, Minggu (1/6/2025).
Setelah menetapkan tersangka dan melakukan penanganan terhadap pengelola tambang tersebut, Gubernur Jawa Barat berharap peristiwa itu menjadi pembelajaran penting khususnya bagi para pengelola tambang.
Dedi pun berpesan kepada seluruh para pengelola tambang untuk tidak bertindak sembarangan dan mengabaikan prinsip-prinsip keselamatan para pekerja serta mengabaikan prinsip-prinsip perlindungan alam.
"Semoga korban yang belum ditemukan segera bisa ditemukan dan semoga tim evakuasi yang pada hari ini terus bekerja melakukan pencarian korban yang masih tertimbun di reruntuhan batu bisa terus bekerja dengan baik dan tetap menjaga keselamatan," pesan gubernur Jawa Barat.
Dedi juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI yang turut bersama-sama dengan Polri melakukan langkah-langkah penanganan, juga pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cirebon maupun BPBD Jawa Barat.
"Termasuk teman-teman di Kabupaten Cirebon saya ucapkan terima kasih semoga seluruh langkah dan kerja kita menjadi jalan kebaikan bagi kita," ujar Dedi.
Tak hanya itu Dedi juga dengan tegas meminta kepada Perhutani untuk segera mengevaluasi berbagai kerja sama penambangan di seluruh Provinsi Jawa Barat.
"Saya minta perhutani kembali lagi menjadi mengelola hutan bukan mengelola tambang," kata Dedi Mulyadi.
"Mari kita jaga alam semesta, kalau kita menjaga alam maka alam akan bersama kita," tutupnya.
Editor : Eka Rahmawati