RADAR BOGOR – Duka menyelimuti keluarga korban longsor tambang di Kabupaten Cirebon Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan keluarga korban longsor di lokasi tambang Gunung Kuda di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.
Dedi Mulyadi bertemu langsung dengan keluarga korban seperti anak-anak serta istri korban yang kehilangan ayah mereka akibat longsor tersebut.
Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, tampak suasana haru ketika Dedi berbicara dengan seorang remaja siswa SMK yang ayahnya menjadi korban dan masih belum ditemukan.
“Ini adek siapa yang meninggal?” tanya Dedi dengan suara lirih.
“Bapak saya,” jawab si anak.
Mengetahui bahwa sang ayah belum ditemukan dan sang anak akan menghadapi ujian sekolah keesokan harinya, Dedi Mulyadi mencoba menenangkan sambil menahan air mata.
“Kamu tetap sekolah ya, nanti bapak yang nanggung biaya sekolahnya,” katanya, menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan pendidikan penuh kepada anak tersebut dan adiknya.
Dedi lalu bertanya lebih jauh, “Bapaknya sudah diketemukan?”
“Belum pak,” jawab anak tersebut.
“Masih kemungkinan terkubur?” tanya Dedi lagi yang langsung disambut anggukan haru.
Dalam kesempatan itu, Dedi juga memastikan bahwa bantuan pendidikan akan dikirim secara rutin.
“Sekolah ya, nanti dikirimin tiap bulan yah,” ujarnya menyentuh hati.
Dalam percakapan dengan warga lainnya, terungkap bahwa keluarga korban tidak mendapat bantuan atau santunan apa pun dari pihak penambang.
Hal ini menjadi sorotan tersendiri bagi Dedi yang kemudian menginstruksikan jajarannya untuk mengurus langsung bantuan untuk keluarga yang terdampak.
Editor : Eka Rahmawati