RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat (Jawa Barat) Dedi Mulyadi bertemu dengan keluarga korban longsor tambang galian C Gunung Kuda tepatnya di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.
Suasana haru mewarnai pertemuan Dedi Mulyadi dengan istri serta anak-anak korban longsor tambang Gunung Kuda.
Pertemuan sang gubernur dengan keluarga korban berlangsung di Gedung Bale Jaya Dewata, Kantor Gubernur Wilayah Cirebon di Jalan Siliwangi No. 14 Kota Cirebon, Jawa Barat, Senin (2/6/2025).
Dedi berbincang dengan satu per satu keluarga korban mulai dari anak hingga istri para pekerja di lokasi penambangan yang menelan korban jiwa tersebut.
Dari perbincangan itu diketahui sebagian besar para korban merupakan sopir truk tambang dan para pekerja yang mengais rezeki dari penambangan Gunung Kuda Cirebon.
Dedi Mulyadi menyampaikan pesan bagi anak-anak korban yang masih sekolah agar tetap menimba ilmu dan ia akan membantu membiayai kebutuhan pendidikan mereka yang ditinggalkan selama-lamanya oleh sang ayah.
"Nanti anak-anaknya disekolahin dibiayain sama saya, ibu tenang aja sekarang. Segala sesuatunya nanti kita bantu," ucap Dedi Mulyadi kepada keluarga korban sebagaimana video yang diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
"Terima kasih Pak," kata salah satu keluarga korban.
Dedi juga berbincang dengan satu per satu anak-anak korban hingga menguatkan mereka sambil mengusap kepalanya.
"Kamu jadi anak asuh saya ya nanti dibiayain sekolahnya," kata gubernur Jabar.
"Nanti sekolahnya jangan khawatirnya, gak usah takut gak sekolah kamu tetep sekolah," ungkap Dedi lagi.
Di antara sebagian anak korban longsor mengungkapkan bahwa orang tua mereka belum ditemukan dan masih dalam pencarian.
"Bapaknya udah diketemukan?" tanya Dedi.
"Belum," kata salah seorang anak korban.
"Kamu tetep sekolah ya nanti bapak yang nanggung biaya sekolahnya," ujar Dedi.
Pada momen tersebut, seorang wanita yang merupakan istri korban kemudian menangis saat dihampiri Gubernur Jawa Barat dan mengaku kalau suaminya belum ditemukan.
Editor : Eka Rahmawati