Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dedi Mulyadi Belajar Anggaran dari Ibu Karsiti, Gubernur Jawa Barat Ceritakan Sosok Ibunda: Punya 9 Anak Semuanya Sekolah, Tidak Sampai Jual Sawah

Eka Rahmawati • Selasa, 3 Juni 2025 | 18:44 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menceritakan sosok sang ibunda, Karsiti dalam pidatonya di Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.  
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menceritakan sosok sang ibunda, Karsiti dalam pidatonya di Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.  

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengenang sosok almarhum ibundanya, Karsiti sebagai ibu rumah tangga yang pandai dalam mengelola keuangan keluarga dan mengurus keluarga.

Dari wanita yang disapa Emi Karsiti itulah Dedi Mulyadi belajar banyak hal salah satunya mengelola anggaran atau keuangan meski tidak menyenyam pendidikan tinggi.

Kisah tentang ibu kandung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi diceritakannya saat hadir dalam acara yang digelar Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Majalengka di Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi. 

Di hadapan massa yang hadir dan didominasi ibu-ibu tersebut, Dedi mengisahkan tentang sosok ibundanya, Emi Karsiti yang telah wafat.  

Awalnya Dedi mengungkapkan tentang kebiasaannya mengunggah atau memposting berbagai kegiatan lewat konten di Instagram, TikTok, dan YouTube.

Dedi menyebut bahwa hal itu sudah ia lakukan sejak 7 tahun lalu sampai dengan saat ini ketika dirinya menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.

Sang kepala daerah mengaku tidak peduli jika dicap sebagai gubernur pencitraan bahkan gubernur konten serta gubernur lambe turah, lantaran ia sudah melakukan kebiasaannya itu sejak dulu. 

"Lamun disebut pemimpin pencitraan teuing aing mah da, geuingan eta sok ceurik heueh eta waktuna ceurik, maenya waktuna ceurik aing teu ceurik, geuningan eta sok mere da unggal poe di imah ge kuat geus ngantri," ujar Dedi dalam video yang dilansir dari YouTube Lembur Pakuan Channel yang artinya "Kalau disebut pemimpin pencitraan tidak apa-apa saya mah, kok itu suka menangis, iya itu waktunya menangis, masa waktunya menangis saya tidak menangis, kok itu suka memberi ya setiap hari juga di rumah saya sudah antri."

Lantas Dedi mengungkap alasannya merekam setiap momen yang dilakukannya dan mengunggahnya melalui konten di akun miliknya, salah satunya karena untuk menghemat anggaran. Karena menurut gubernur Jabar, anggaran untuk publikasi bisa ia pakai untuk mengatasi persoalan lain di Jawa Barat seperti membangun jalan hingga sekolah.

Dedi kemudian menyebut bahwa ia belajar banyak soal anggaran dari ibu kandungnya, Karsiti yang semasa hidupnya pandai dalam mengelola keuangan. Padahal, Karsiti memiliki 9 orang anak, tetapi di tengah keterbatasan ekonomi mampu menyekolahkannya tanpa harus menjual harta benda yang dimiliki.

"Prinsip dasar hirupna urang Sunda saeutik mahi loba nyesa, pan kuring mah pamingin nu ngatur anggaran, diajar ku saha Kang Dedi ngatur anggaran? Ti Emi Karsiti, teu di profesor teu (prinsip dasar hidup orang Sunda jika sedikit cukup dan jika banyak maka sisa, kan saya seorang pemimpin yang mengatur anggaran, diajari oleh siapa Kang Dedi mengatur anggaran? Dari Emi Karsiti bukan di profesor bukan," ungkap Dedi Mulyadi.

Gubernur Jawa Barat itu lalu menjelaskan sosok Emi Karsiti adalah ibu kandungnya yang hanya mengenyam sekolah dasar bahkan sampai tidak sampai lulus. Ia belajar banyak dengan ibundanya karena berhasil membesarkan anak-anaknya bersama sang suami Ahmad Suryana di tengah keterbatasan ekonomi.

"Teu diguruan kumaha, boga anak salapan boga sawah ukur saparapat hektar anakna bisa sakarola kabeh, euweuh sawah anu kajual sajengkal-jengkal acan. Saeutik mahi loba nyesa (Tidak berguru bagaimana, punya anak 9 punya sawah hanya seperempat hektar anaknya bisa sekolah semua tidak ada sawah yang terjual sejengkal pun. Sedikit cukup, banyak sisa)," papar Dedi.

Tak hanya itu menurut gubernur Jabar, sosok sang ibu semasa hidupnya mengasuh dan membesarkan 9 anaknya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Ibu Karsiti kerap berjuang demi anak-anaknya serta rajin puasa sehingga membuatnya terharu. 

Setelah menceritakan sosok ibunya yang luar biasa, Dedi lalu menyampaikan banyak pesan kepada para ibu di Jawa Barat agar mendidik putra putrinya dengan rasa cinta dan kasih sayang.

Karena Dedi menilai yang hilang di Jawa Barat sebagian besar adalah rasa dan cinta yang mempengaruni tumbuh kembang anak-anak.

 

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #Karsiti #anggaran #gubernur jawa barat