RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kegiatan secara langsung di tengah kemajuan dunia digital. Salah satunya penandatanganan kerja sama atau MoU yang biasanya dilakukan dengan bertemu langsung melalui acara seremonial.
Ke depan Dedi berencana penandatanganan kesepakatan kerja sama atau MoU (Memorandum of Understanding) tidak lagi dilakukan secara manual tetapi digital.
Rencana tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat dalam acara Peluncuran Transaksi Non Tunai pada Sistem Pengelolaan Keuangan Desa dan E-Voting Pemilihan Kepala Desa.
"Negeri ini sudah negeri digital, karena sudah digital perilaku birokrasi kita, perilaku pejabat kita masih manual," kata Dedi dikutip dari YouTube Lembur Pakuan Channel.
Gubernur Jawa Barat kemudian menjelaskan ciri orang manual yakni lambat sedangkan ciri orang digital serba cepat.
"Ciri orang manual itu lambat kaya keong tetapi ciri orang digital itu cepat, nanti MoU-MoU itu penandatangan kesepakatan gak usah lagi manual seperti ini, sudah ditandatangani digital tinggal ditayangkan, jadi ceritanya digital, masih manual," ungkap Dedi Mulyadi.
Gubernur Jabar juga mengungkapkan selama ini dirinya bergerak cepat dalam mengambil kebijakan.
"Saya jadi gubernur ini gak pernah neken cukup iya oke jalan iya oke jalan sehingga percepatan dan kecepatan harus dilakukan oleh kita," jelasnya.
Sehingga hal-hal yang sifatnya keprotokoleran yang menghabiskan banyak biaya kata Dedi harus ditinggalkan sebagai salah satu cara negara yang efektif.
"Itu juga akan menurunkan anggaran keprotokoleran, kenapa? Karena yang mahal dari pejabat itu keprotokoleran," ucapnya.
Editor : Eka Rahmawati