Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Larang Sekolah Beri PR ke Siswa pada Tahun Ajaran Baru, Dedi Mulyadi: Di Rumah Anak-Anak Rileks dan Membantu Orang Tua

Eka Rahmawati • Rabu, 4 Juni 2025 | 09:37 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan berbagai kebijakan terkait dunia pendidikan di Jabar.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan berbagai kebijakan terkait dunia pendidikan di Jabar.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan menerapkan kebijakan baru yakni menghapus tugas sekolah atau pekerjaan rumah (PR).

Dedi Mulyadi kembali menyampaikan kebijakannya di dunia pendidikan. Selain menerapkan aturan jam masuk sekolah pada tahun ajaran baru 2025/2026 mulai pukul 06.30 WIB, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan melarang sekolah memberikan PR atau tugas-tugas sekolah yang biasanya dikerjakan di rumah. 

"Saya sampaikan ya bahwa  di tahun ajaran baru 2025 2026 yang akan datang sekolah di Jawa Barat dimulai pukul 06.30," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya yang dilansir dari Instagram @dedimulyadi71, Rabu (4/6/2025).

Baca Juga: Pengelolaan Anggaran Dana Desa Tercatat Lewat E-Budgeting, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Godaan Uang Manual Lebih Bahaya Dibanding Digital

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan menghapus pekerjaan sekolah atau PR yang biasanya dikerjakan di rumah seiring dengan aturan larangan anak-anak keluar rumah di atas pukul 21.00 atau 9 malam.

"Nah selanjutnya karena anak-anak tidak boleh keluar rumah lebih dari  jam 9 tanpa pendampingan, tanpa keperluan mendesak yang didasarkan pada izin orang tuanya maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menghapus pekerjaan rumah bagi anak-anak sekolah," jelas Dedi.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Belajar Anggaran dari Ibu Karsiti, Gubernur Jawa Barat Ceritakan Sosok Ibunda: Punya 9 Anak Semuanya Sekolah, Tidak Sampai Jual Sawah

Seluruh pekerjaan sekolah kata Gubernur Jawa Barat harus dikerjakan di sekolah, begitu pula tugas-tugas sekolah dikerjakan di sekolah dan tidak dibawa ke rumah serta menjadi beban di rumah.

"Di rumah anak-anak itu rileks, baca buku, berolahraga, fokus membantu kedua orang tua, membantu meringankan beban-beban pekerjaannya kemudian belajar membereskan rumah, cuci piring, belajar masak, ngepel dan berbagai kegiatan lainnya yang bermanfaat," ungkap sang gubernur.

Selain itu kata Dedi, anak-anak juga bisa  mengikuti berbagai les seperti bahasa Inggris, les matematika, les fisika dan berbagai kegiatan yang bermanfaat.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #sekolah #Guberner Jawa Barat #pr