RADAR BOGOR — Dalam momentum Idul Adha tahun ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pesan moral yang kuat bagi para orang tua, khususnya di Kabupaten Cirebon dan masyarakat Jawa Barat.
Dalam sebuah kesempatan tausiyah, Dedi Mulyadi menyoroti fenomena pelonggaran peran pengasuhan yang justru berpotensi merusak karakter generasi muda.
"Hari ini kita mendapat pelajaran penting dalam hidup. Banyak peristiwa yang terjadi antara ayah dan anak, di mana ayah mengikuti hawa nafsu anaknya," kata Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi Mulyadi, banyak orang tua saat ini terlalu mudah memenuhi keinginan anak tanpa mempertimbangkan kematangan usia maupun dampaknya terhadap karakter anak.
Ia mencontohkan, mulai dari mengizinkan keluar malam, membelikan motor sebelum waktunya, hingga membiarkan anak minum minuman terlarang atau merokok.
"Dan kita setiap hari mengatakan beriman pada Allah dan mengaku bertakwa. Tapi bagi saya, sikap-sikap seperti itu bertentangan dengan teladan Nabi Ibrahim 'alaihissalam," kata Dedi Mulyadi dengan nada tegas.
Ia mengajak seluruh orang tua untuk tidak terus-menerus mengikuti hawa nafsu anak, terutama sejak kecil.
Menurutnya, saat anak masih kecil, keinginan yang dipenuhi dengan rengekan bisa berkembang menjadi ancaman atau perlawanan saat dewasa.
"Waktu masih kecil, anak perempuan jangan juga dibiarkan keinginannya beli gincu, dengar lagu dewasa, atau pakai baju yang bertentangan dengan spirit masa anak-anak. Kalau besar, dia akan melawan sambil membantingkan pintu," jelasnya.
Dedi juga mengkritik ketimpangan tontonan di era digital. Kini, anak-anak sering menonton tontonan dewasa, sementara orang dewasa banyak yang justru menikmati tontonan kekanak-kanakan.
Dampaknya, banyak orang tua berperilaku kekanak-kanakan, sementara anak-anak berperilaku seperti orang dewasa.
"Peristiwa Idul Qurban ini adalah spirit kita untuk mengembalikan pendidikan pada arah yang sebenarnya," serunya.
Ia mengingatkan kembali pada keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, yang mengajarkan konsep penyerahan diri, pengorbanan, dan proses hidup yang bertahap.
"Saya mengajak warga Cirebon, warga Jawa Barat, semuanya, mari ikuti hidup ini sesuai tahapannya," pungkas Dedi Mulyadi.***
Editor : Eli Kustiyawati