RADAR BOGOR — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menegaskan pentingnya pendidikan karakter anak sejak dini untuk mencegah munculnya perilaku kriminal dan kenakalan remaja.
Pesan itu Dedi Mulyadi sampaikan saat memberikan khutbah dalam peringatan Idul Adha di Cirebon.
“Tidak akan ada lagi anak yang melempari rumah orang karena terlibat geng motor,” ujar Dedi Mulyadi.
Ia menekankan bahwa perilaku buruk anak-anak harus segera ditangani sejak dini.
Mengutip kisah Nabi Khidir, Dedi Mulyadi menjelaskan makna simbolis dari tindakan Nabi Khidir yang membunuh seorang anak sesuai dengan pemahamannya.
“Pesan moralnya adalah, bunuhlah perilaku buruk anakmu ketika dia masih kecil. Jangan dibiarkan sifat buruk itu terus membesar karena kamu tak akan mampu mengendalikannya,” jelasnya.
Ia mencontohkan betapa pentingnya mencegah masalah sejak kecil. “Padamkanlah api ketika masih kecil, karena ketika api sudah membakar rumah maka kita harus panggil damkar. Selesaikan masalah ketika masih kecil,” ujarnya.
Bahkan hal kecil seperti memungut paku di jalan bisa mencegah musibah besar.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menyoroti peran negara sebagai pelindung rakyat.
“Negara adalah ayah bagi anak-anak Indonesia. Negara adalah ayah bagi rakyatnya. Negara harus tampil menjadi orang tua dalam setiap derita rakyat,” kata Dedi Mulyadi dengan nada tegas.
Ia juga mengkritik pemimpin yang bangga pada aturan, tetapi tidak melihat kenyataan di lapangan.
Sebagai contoh, meskipun ada perda “nol alkohol”, Dedi mencatat bahwa minuman oplosan masih mudah ditemukan.
“Janganlah jadi pemimpin bangga dengan peraturan yang dibuat, tetapi banggalah dengan kenyataan yang dilihat,” sindirnya.
Menariknya, Dedi Mulyadi juga menyoroti peran orang tua dalam membentuk karakter anak. Banyak anak yang ikut program barak militer justru mengeluh soal hubungan yang buruk dengan orang tua.
“Kalau kemarin ada anak-anak yang dibarakkan karena nakal, bisa jadi saya akan membarakan bapak dan ibunya yang tidak bisa mengasuh dengan baik,” ungkap Dedi Mulyadi.
Ia bahkan mewacanakan menempatkan pegawai malas atau yang tidak melayani rakyat ke dalam barak pembinaan.
Di akhir pidatonya, Dedi Mulyadi mendoakan seluruh rakyat Tonjong dan Jawa Barat agar hidup tenteram, rukun, dan sejahtera.
“Wilujeng Idul Adha bagi seluruh rakyat Jawa Barat. Semoga kita menjadi orang-orang yang mau berkorban dan senantiasa mendapat petunjuk dalam hidup,” pungkasnya.***
Editor : Eli Kustiyawati