Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Hati-Hati, Ini Dampak Kebijakan Masuk Sekolah Jam 6.30 Pagi yang Dibuat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Robecca Sesaria • Senin, 9 Juni 2025 | 12:00 WIB
Ilustrasi dampak masuk sekolah jam 6 pagi
Ilustrasi dampak masuk sekolah jam 6 pagi

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali mengeluarkan kebijakan terkait pendidikan.

Dedi Mulyadi menetapkan jam masuk sekolah di Jawa Barat lebih pagi, yaitu pukul 06.30 pagi, untuk seluruh jenjang pendidikan, dari PAUD hingga SMA.

Tujuan Dedi Mulyadi memberlakukan jam masuk sekolah pukul 6 ini untuk membentuk generasi yang disiplin dan berkarakter unggul dengan memanfaatkan waktu belajar lebih maksimal.

Meski kebijakan sekolah pagi hari ini memiliki tujuan yang baik, banyak orang tua dan pakar pendidikan khawatir akan dampak negatifnya terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak.

Hal ini tentu saja memunculkan pertanyaan penting, apakah kebijakan ini benar-benar bagus untuk mutu pendidikan, atau justru sebaliknya?

Berikut adalah beberapa dampak yang ditimbulkan jika anak masuk sekolah terlalu pagi:

1. Anak Kekurangan Waktu Tidur Ideal

Menurut American Psychological Association, anak-anak usia sekolah butuh tidur sekitar 8 hingga 10 jam setiap malam.

Namun, dengan adanya jam masuk sekolah ini memaksa mereka bangun sebelum waktu tidur yang cukup.

Hal ini tentu saja membuat mereka kekurangan jam tidur yang sangat dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang optimal.

2. Penurunan Konsentrasi

Apabila anak kekurangan waktu tidur, maka otak mereka akan sulit memproses informasi dan mempertahankan fokus.

Dengan kata lain, anak yang kurang tidur cenderung mengalami kesulitan berkonsentrasi di kelas.

3. Gangguan Kesehatan Mental dan Emosional

Anak yang kurang tidur bisa berdampak besar pada kesehatan fisik, mental, dan perilaku mereka.

Karena itu, anak-anak sekolah cenderung merasa lelah dan kurang bersemangat, yang pada akhirnya menurunkan kemampuan mereka berpikir, bereaksi, dan belajar.

Selain itu, mereka juga akan sulit mengendalikan emosi, berinteraksi dengan orang dewasa dan cenderung bertindak impulsif.

4. Gangguan Perkembangan Otak

Anak yang kurang tidur juga berdampak pada kemampuan otak mereka yang lambat dalam memproses informasi, mengingat pelajaran, dan berpikir kreatif, sehingga prestasi akademik anak bisa menurun.

Dikutip dari National Institute of Health, peneliti mengungkapkan bahwa anak yang kurang tidur akan menghadapi lebih banyak tantangan kesehatan mental dan perilaku, seperti stres, depresi, kecemasan, impulsivitas, dan perilaku agresif.

Ditambah lagi, anak bisa saja mengalami gangguan fungsi kognitif seperti pengambilan keputusan, daya ingat, pembelajaran, dan penyelesaian konflik.

Di balik kepositifan kebijakan Dedi Mulyadi untuk masuk sekolah jam 6 pagi, ada potensi dampak kurang baik yang mungkin akan dirasakan anak-anak.***

Editor : Eli Kustiyawati
#dedi mulyadi #pendidikan #gubernur jawa barat