RADAR BOGOR - Selain menikmati suasana Lembur Pakuan, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda juga membicarakan soal pemerintahan dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Sherly Tjoanda sempat menyinggung pengalaman Dedi Mulyadi sebagai Bupati Purwakarta dua periode.
"Bedanya apa Pak, bupati dan gubernur?" tanya Sherly Tjoanda.
"Beda jumlah uang. Dulu sedikit sekarang banyak," sebut Dedi Mulyadi.
Sherly Tjoanda juga menanyakan soal kesulitan menjadi bupati dan gubernur.
"Gampang mana?" tanya Sherly Tjoanda.
"Gampang jadi gubernur," jawab Dedi Mulyadi.
"Pusing mana?" tanya Sherly Tjoanda.
"Pusing jadi bupati," ungkap Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat menceritakan, anggaran saat menjabat bupati terbilang kecil.
"Jadi bupati, saya anggarannya kecil banget. Purwakarta, saya berangkat dari Rp900 miliar," jelasnya.
Saat ditanya soal penduduk di Purwakarta saat menjabat sebagai bupati, Dedi Mulyadi mengatakan sekitar 800 ribu sampai 900 ribu.
"Dulu waktu saya, 800 ribu. Saya dari dulu, nganggap buku kayak ngitung duit di rumah," lanjutnya.
Gubernur Jawa Barat menceritakan, ia membuat anggaran anggaran Rp1,4 triliun, walau anggarannya Rp900 miliar.
"Spekulasi. Berapa target pendapatan, Rp900 miliar, aku pengen Rp1,4 triliun," bebernya.
"Tercapai engga? Gimana caranya?" tanya Sherly Tjoanda.
"Tercapai, dinikmati aja, bahwa ini akan berhasil. Dan berhasil," tandas Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat menjabarkan, ada pendapatan-pendapatan lain dan kerap terjadi keributan saat dirinya menjabat.
"Dan ributnya itu. Saya kan kerjanya ribut. Menguasai media sosialnya belum seperti sekarang," terangnya.
Dedi Mulyadi juga sempat membahas putra dan putrinya, serta kegiatan pengunjung yang dilakukan di Lembur Pakuan.