RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berbagi pengalaman politik dengan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda di kediamannya di Lembur Pakuan.
Dedi Mulyadi mengutarakan, sudah lama mempersiapkan diri menjadi politisi.
"Kalau saya nyalon gubernur karena sudah sejak lama mempersiapkan diri menjadi politisi," ungkapnya.
Menang di Pilkada Jabar, menurut Dedi Mulyadi, karena berkeliling 2.500 desa di seluruh Jawa Barat.
"Dengan jarak tempuh paling jauh 10 jam dari rumah," lanjutnya.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, perjalanannya bukan sekarang.
"Dulu, waktu jadi bupati, nyalon jadi wakil gubernur dan kalah. Itu perjalanan politik saya yang paling berat," kenangnya.
Gubernur Jawa Barat menceritakan, jadwal yang padat membuatnya harus berangkat setiap hari dan beraktivitas lebih banyak di kendaraan.
"Berangkat siang, nyampe malam kegiatan, nanti pulang lagi. Jadi hidup saya di mobil. Saya diinfus di mobil," ujarnya.
Kalau kemaren (Pilkada Jawa Barat 2025, red), Dedi Mulyadi menjelaskan, sudah relatif tidak berat karena sudah mengenal lewat media sosial.
"Kalau waktu bupati, kita paling facebook. Youtube baru, setelah saya berhenti jadi bupati," jelasnya.
Sherly Tjoanda juga meminta saran dari Ded Mulyadi bagaimana menjual pariwisata Maluku Utara
"Itu gimana Kang Dedi. Gimana caranya jualan pariwisata Maluku Utara?" tanyanya.
"Tapi bandaranya sudah ada kan?" tanya Dedi Mulyadi.
"Iya, tapi tiketnya mahal. Selalu dibandingin sama pergi ke Korea ke Jepang," tutur Sherly Tjoanda.
Gubernur Jawa Barat menyarankan agar Gubernur Maluku Utara mensubsidi tiket pesawat dari dan menuju Maluku Utara.
"Ibu subsidi, ibu kan kaya, subsidi tiket pesawatnya," tutur Dedi Mulyadi.
"Tapi kita tidak boleh gunakan APBD untuk subsidi tiket pesawat," ungkap Sherly Tjoanda.
"Engga, subsidi aja tiket pesawatnya, sama ibu dulu aja subsidi dulu," jelas Dedi Mulyadi.
"Kan janda Pak," imbuh Gubernur Maluku Utara.
"Kan janda kaya Ibu," pungkas Gubernur Jawa Barat yang disambut dengan senyuman Sherly Tjoanda.
Editor : Siti Dewi Yanti