RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menceritakan perjalanan politik hingga aktif di media sosial kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.
Dedi Mulyadi mengungkapkan dirinya aktif di berbagai platform media sosial untuk mengisi waktu.
"Ada kekosongan hidup, engga usah diceritainlah," imbuhnya sambil tertawa.
Kepada Sherly dan rombongan, Dedi Mulyadi mengungkapkan, seorang teman memintanya untuk membuat akun Youtube.
"Youtube apaan? Sampe sekarang saya engga ngerti media sosial," tuturnya.
Saat ditanya Sherly Tjoanda, soal TikTok, Dedi Mulyadi mengatakan, konten di akun media sosial tersebut dibuat sendiri.
"Yang upload orang lain. Pokoknya pagi-pagi upload. Saya engga ngerti caranya," bebernya.
Dedi Mulyadi menjelaskan, admin akun media sosialnya hanya menerima dan mengunggah video yang dibuat.
"Admin saya itu tidak ngapa-ngapain, menerima, tidak boleh mengurangi, tidak boleh menambah. Segitu apa yang saya bikin," terangnya.
Kepada rombongan yang datang, Dedi Mulyadi menyebut proses terpilihnya Sherly Tjoanda sebagai Gubernur Jawa Barat terbilang ajaib.
"Jadi gubernur mendadak, karena faktor kecelakaan yang dialami suami. Masuk ke sebuah wilayah yang punya sejarah konflik agama," tambahnya.
Sebagai perempuan Sherly Tjoanda hebat, Dedi Mulyadi menambahkan, karena minoritas dan menang di sebuah daerah yang terkenal keras.
"Hebat dan menangnya dengan cara yang mudah. Cukup senyum. Hai aja menang," tandasnya.
Ibu sudah punya modal, satu pengusaha, dua punya paras cantik, tiga di Maluku Utara yang pantai dan lautnya indah.
"Cuma problemnya jaraknya jauh," imbuh Sherly Tjoanda.
Di kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi memperkenalkan putrinya, Ni Hyang kepada Gubernur Maluku Utara dan rombongan.
Gubernur Jawa Barat juga menceritakan kalimat efektif agar putrinya nurut.
Editor : Siti Dewi Yanti