Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Paparkan Misi Strategis Pembangunan, Dedi Mulyadi: Kalau Jabar Selesai, Beban Indonesia Berkurang

Ahmad Susandi • Selasa, 10 Juni 2025 | 12:52 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat memaparkan strategi pembangunan di Jawa Barat dalam forum masyarakat bersama Partai Gerindra. 
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat memaparkan strategi pembangunan di Jawa Barat dalam forum masyarakat bersama Partai Gerindra. 

RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memaparkan visi besar dan strategi konkret pembangunan provinsi yang dipimpinnya, dalam acara temu masyarakat dan anggota Partai Gerindra.

Dalam pidato yang disiarkan melalui YouTube Lembur Pakuan Channel, Dedi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di Jawa Barat akan berdampak besar bagi kemajuan Indonesia.

"Kalau Jawa Barat selesai, beban Indonesia berkurang. Menyelesaikan problem Indonesia harus dimulai dari Jawa Barat," kata Dedi.

Ia memaparkan bahwa Jawa Barat kini menjadi episentrum politik nasional, bukan sekadar karena popularitas, melainkan karena gagasan politik ideologis berbasis populis dan ekologi.

Dedi mencontohkan berbagai strategi pembangunan yang ia jalankan di lapangan, mulai dari pembenahan sistem pendidikan, pengentasan kemiskinan, hingga penguatan karakter generasi muda.

"Saya lagi melakukan revolusi, mencoba menurunkan angka ketergantungan, membangun manusia yang sadar, mengurangi beban ekonomi," ujar gubernur Jabar.

Dalam pidatonya, Dedi mengkritik keras sistem pendidikan yang menurutnya kehilangan rasa cinta dan sentuhan psikologis.

Ia menyoroti bagaimana anak-anak dari kalangan menengah ke bawah kerap menjadi korban budaya konsumtif dan sistem pendidikan yang kaku.

"Di barak militer itu mereka mendapatkan sentuhan seorang ayah, mendengar suara yang tegas, ada ayah yang membetulkan tali sepatunya," kata Dedi, menjelaskan konsep Sekolah Kebangsaan yang kini ia dorong sebagai bagian dari reformasi pendidikan.

Ia juga menyoroti problem struktural di masyarakat menengah ke bawah yang kerap terjebak dalam lingkaran utang dan konsumsi berlebihan tanpa etos kerja.

"Problemnya satu: mereka sudah tidak ingin lagi bekerja dengan baik. Uang dikonsumsi, bukan menjadi modal kerja," ujar Dedi dengan nada prihatin.

Dengan pendekatan holistik yang mencakup dimensi ekonomi, pendidikan, budaya, dan spiritualitas, Dedi berharap pembangunan di Jawa Barat bisa menjadi model bagi provinsi lain.

Ia menekankan pentingnya keberanian pemimpin untuk melawan arus besar demi masa depan bangsa.

"Politik itu harus berani. Mampu berlayar di gelombang besar, atau tenggelam dalam gelombang itu. Dua-duanya tetap mulia," pungkasnya. 

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat