RADAR BOGOR - Puluhan siswa di Kota Depok selesai menjalankan pendidikan karakter dan bela negara atau yang sebelumnya populer dengan barak militer, program yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Momen haru terasa saat siswa bertemu dengan orang tuanya setelah selesai menjalani pendidikan. Bahkan di antara siswa tersebut, justru ada yang tidak mau pulang dan menangis.
Sebagaimana video yang diunggah di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi channel tampak para siswa sedang bertemu orang tua mereka. Di antara siswa tersebut terlihat menangis sambil memeluk sang ibu.
Hingga diketahui siswa itu menangis karena tidak mau pulang dan tetap ingin di Divisi 1 Kostrad Cilodong, Depok tempat siswa tersebut menjalani pendidikan karakter dan bela negara.
"Iya ini nggak mau pulang betah di sini," ujar ibu siswa tersebut.
Tak lama kemudian Gubernur Jawa Barat menghampiri siswa itu dan menanyakan alasannya tidak mau pulang. Siswa itu lantas menjawab iya senang di barak militer karena lebih disiplin.
"Tapi kan harus pulang kalau seneng di sini nanti kan seminggu sekali bisa ke sini main," kata Gubernur Jawa Barat sambil merapikan topi siswa itu.
Dedi kemudian memeluk siswa tersebut sambil memberinya semangat dan menyebut masih bisa datang ke barak militer.
"Anak-anak menangis bukan karena tidak nyaman, dia menangis karena gak mau pulang saking betahnya, artinya bahwa pendidikan di barak militer tidak menyeramkan sebagaimana orang gambarkan," kata Dedi Mulyadi.
Justru kata Gubernur Jabar rasa-rasa kemanusiaan telah tumbuh di antara siswa dan pelatih di barak militer seperti orang tua mereka sendiri.
"Mereka dengan pelatihnya sangat dekat," ujar Dedi.
Editor : Eka Rahmawati